info mantap
Jan
Berita : Bank Mantap Mencatatkan Obligas
Berita : Bank Mantap Mencatatkan Obligas

Jakarta, 12 Juli 2017 – Penerbitan obligasi oleh Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) senilai Rp 2 Triliun dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, obligasi yang telah mendapatkan peringkat AA (idn) dari Fitch Rating yakni Seri A yang memiliki nilai emisi Rp 1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap 8,5 persen pertahun dan jangka waktu 3 tahun. Seri B memiliki nilai emisi Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75 persen dan jangka waktu 5 tahun, dengan empat perusahaan penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas.

Pada yang kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan bahwa Bank Mantap membutuhkan obligasi di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit pada Q2 2017 secara tahunan tumbuh sebesar 174,4 persen pada Juni 2017 menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, menopang pertumbuhan aset perseroan yang tercatat sebesar Rp 9,79 triliun atau tumbuh 136,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen perseroan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pensiunan PNS serta TNI/Polri yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan daya saing. Sebagai perusahaan anak Bank Mandiri dan Taspen, Bank Mantap telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 5,6 triliun atau tumbuh 211,5 persen yoy, yang disalurkan untuk pembiyayaan kredit Retail Rp 1,11 triliun dan kredit Mikro sebesar Rp 1,19 triliun,” ungkap Jos.

Secara segmentasi, Jos melanjutkan, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 552,1 persen menjadi Rp 5,22 triliun pada akhir bulan Juni 2017. Selain itu atas peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah pensiunan dan UMKM, perseroan juga telah berhasil membukukan laba menjadi sebesar Rp 67,51 miliar pada akhir bulan Juni 2017 atau meningkat sebesar 178 persen secara yoy.

“Peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 65,90 persen dibulan Juni 2017 atau turun sebesar -7,23 persen dari tahun 2016 sebesar 73,12 persen,” tutur Jos.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mantap juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 7,98 triliun pada Juni 2017 dari Rp 3,36 triliun pada tahun sebelumnya atau tumbuh 137,57 persen yoy. Dari pencapaian tersebut, didorong oleh peningkatan Deposito sebesar Rp 2,79 triliun menjadi Rp 6,77 triliun atau tumbuh 142,37 persen yoy dan dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai Rp 1,21 triliun tumbuh 113,91 persen dari periode sebelumnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pembiayaan dan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mantap terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Juni 2017, Bank Mantap telah memiliki jaringan kantor 146 unit yang rencananya pada akhir 2017 berjumlah 186 unit ditambah dengan layanan 9 mobil kas keliling.

Jan
Iwan Soeroto Diangkat Menjadi Direktur B
Iwan Soeroto Diangkat Menjadi Direktur B

Rapat umum pemegang saham luar biasa Bank Mandiri Taspen Pos memutuskan untuk menetapkan Corsec PT Taspen (Persero) Iwan Soeroto sebagai salah satu jajaran direksi. Iwan diangkat untuk menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh perwakilan PT Pos Indonesia di Bank Mantap, Ihwan Sutardiyanta.

"Penunjukan Direktur dari Taspen merupakan perwujudan sinergi BUMN antara Bank Mandiri dan Taspen sebagai perusahaan induk serta sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi Bank Mantap dengan perusahaan induk," jelas Dirut Bank Mantap Josephus K Triprakoso, di Kuta, Senin (9/10/2017).

Menurut, Bank Mantap akan melaporkan hasil RUPS LB tersebut kepada OJK untuk mendapatkan pengesahan setelah melakukan fit and proper test.

Hingga September 2017, Bank Mantap berhasil membukukan laba sebesar Rp153 miliar (sebelum pajak), sedangkan laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp110 miliar, tumbuh 172,7% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menjelaskan pertumbuhan laba Bank Mantap hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja perseroan semakin membaik di tengah situasi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang belum kondusif.

“Kami bersyukur hingga September tahun ini kredit yang disalurkan Bank Mantap mencapai Rp 9,15 triliun,” ujarnya saat menyampaikan paparan kinerja perseroan untuk posisi kuartal III/2017 di Sheraton Bali Kuta, Senin (9/10).

*Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :*

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama : Abdul Rachman
2. Komisaris : Agus Haryanto
3. Komisaris : Edhi Chrystanto
4. Komisaris Independen : Sukoriyanto Saputro
5. Komisaris Independen : I Wayan Deko Ardjana

Direksi :

1. Direktur Utama: Josephus Koernianto Triprakoso
2. Direktur : Paulus Endra Suyatna
3. Direktur : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur : Ida Ayu Kade Karuni
5. Direktur : Muhamad Gumilang
6. Direktur : Iwan Soeroto *)

*) efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK

Jan
 Kerjasama Pos - Bank Mantap, Mendorong Penguatan Jaringan dan Kinerja Bank Mantap
Kerjasama Pos - Bank Mantap, Mendorong Penguatan Jaringan dan Kinerja Bank Mantap

Bandung (19/2/2016) – Memasuki 2016, kinerja Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) semakin mantap.  Pada Januari 2016, produktivitas booking kredit secara tahunan (yoy) meningkat 273%, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross tercatat 0,74%, penghimpunan dana murah naik 55%, dan laba bersih tumbuh 40,3%.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran kredir Bank Mantap hingga Januari 2016 tercatat sebesar Rp 1,72 triliun, tumbuh 87,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 919,3 miliar. Dibandingkan Desember 2015, total pembiayaan Bank Mantap itu meningkat Rp 137,9 miliar (8,7%). 

Direktur Utama Bank Mantap Nixon L.P Napitupulu optimistis kinerja perseroan akan semakin baik lagi seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.  “Optimisme kami tidak berlebihan bila melihat produktivitas booking kredit pada Januari lalu meningkat hingga 273% (yoy),” jelas dia seusai  acara penandatanganan perjanjian kerja sama fronting antara Bank Mantap dan PT Pos Indonesia di Bandung, Jumat (19/2/2016).

Dia menambahkan, kerja sama pemasaran kredit  dengan PT Pos akan semakin memperkuat kinerja Bank Mantap ke depan.  Dalam kerja sama ini, PT Pos Indonesia  akan bertindak sebagai kuasa  dari Bank Mantap untuk menyalurkan kredit kepada pensiunan di wilayah yang belum terdapat kantor cabang Bank Mantap. 

“Pembukuannya tetap dicatat di kantor Bank Mantap terdekat. PT Pos bertindak sebagai administrator atau kepanjangan tangan Bank Mantap. Atas jasa tersebut, PT Pos akan mendapatkan fee sesuai kesepakatan,” tutur Nixon.

Secara garis besar, pemasaran kredit  mencakup kegiatan  mengakuisisi calon debitur yang meliputi tahapan  pemasaran (prospecting), pengumpulan, dan pengajuan berkas kredit. pemasaran kredit  juga mencakup kegiatan entri data, praanalisis, rekomendasi kredit, penandatanganan perjanjian kredit, proses take over, dan pemotongan angsuran kredit. Sedangkan analisa dan keputusan kredit tetap ada di Pihak Bank Mantap

Tahun lalu, Bank Mantap dan PT Pos Indonesia telah menandatangani MOU untuk kerja sama peningkatan akselerasi bisnis, termasuk pemanfaatan  jaringan kantor.  Bank Mantap dan PT Pos juga bersepakat untuk saling memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara terintegrasi.

Kerja sama kemitraan itu juga merupakan implementasi kesepakatan pemegang saham (shareholder agreement). Bank Mantap merupakan perusahaan patungan tiga BUMN, yaitu Bank Mandiri, PT Taspen (Persero), dan PT Pos dimana Bank Mantap akan memanfaatkan PT Pos dalam pemasaran produknya melalui Pos yang dikenal memiliki jaringan terluas.

“Bank Mantap memerlukan jaringan luas agar bisa menjangkau sampai pelosok negeri.  Jaringan itu telah dimiliki oleh PT Pos,” tegas Nixon.

Menurut Nixon, kerja sama dengan PT Pos bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan bisnis pembiayaan Bank Mantap. Kerja sama itu juga akan berdampak positif pada kegiatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). “Bank Mantap memerlukan jaringan luas agar bisa menjangkau sampai pelosok negeri.  Jaringan itu telah dimiliki oleh PT Pos.”

Masih menurut Nixon, kerjasama pemasaran kredit tersebut merupakan solusi win-win baik untuk Pos maupun Bank Mantap, keuntungan bagi Bank Mantap tidak harus menyediakan tenaga pemasar yang banyak, sedangkan bagi Pos kerjasama tersebut akan lebih menguntungkan dimana dulunya Pos hanya sebagai pemotong angsuran kredit pensiun dengan kerjasama tersebut akan bertambah menjadi marketing agent yang tentunya revenue sharing lebih besar sehingga dapat meningkatkan penghasilan Pos.

Per Januari 2016, Bank Mantap telah menghimpun DPK sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat sebesar Rp 407,9 miliar (22,3%) dari posisi Desember 2015.  Rinciannya, giro  meningkat 111,7% menjadi Rp 66,5 miliar, tabungan naik 4,6% menjadi Rp 405,6 miliar, dan deposito tumbuh 25,1% menjadi Rp.  1,8 triliun.  “Dibandingkan Januari 2015, pertumbuhan DPK Bank Mantap mencapai 105,6%,” jelas Nixon.

Peningkatan kinerja Bank Mantap juga terlihat perolehan laba bersih, Pada Januari 2016, perolehan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 3 miliar, meningkat 82,0% dibandingkan periode sama 2015 atau 180,5% dari target. Pencapaian itu dipengaruhi realisasi pendapatan bunga sebesar Rp 30,2 miliar (109,9% dari target) dan realisasi beban operasional sebesar Rp 14,7 miliar (109,9% dari anggaran).

Secara operasional, kinerja Bank Mantap juga sangat baik. Pada Januari 2016, realisasi beban operasional  sebesar Rp 14,7 miliar, lebih rendah dibandingkan anggaran sebesar Rp 16,1 miliar. Rinciannya, biaya umum & administrasi sebesar Rp 5,5 miliar, biaya tenaga kerja Rp 8,6 miliar, biaya operasional lainnya sebesar Rp 0,10 miliar, dan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 0,4 miliar. 

Jan
Operasinal Bank Mandiri Taspen Pos KCP Pasar Badung
Operasinal Bank Mandiri Taspen Pos KCP Pasar Badung

Pasca terjadinya kebakaran Pasar Badung Denpasar-Bali, Senin tanggal 29 Februari 2016, kegiatan operasional Kantor Cabang Pembantu (KCP) PT Bank Mandiri Taspen Pos Pasar Badung ditutup untuk sementara dan dialihkan ke cabang-cabang terdekat. Khusus untuk pelayanan administrasi nasabah-nasabah KCP tersebut dipusatkan di Kantor Cabang Melati PT Bank Mandiri Taspen Pos, Jl. Melati 65 Denpasar.

PT Bank Mandiri Taspen Pos atau disebut juga “Bank Mantap” selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya, tidak terkecuali pada nasabah-nasabah KCP Pasar Badung yang habis terkena musibah kebakaran. Karena nasabah merupakan asset penting  yang mampu membawa bank ini  tumbuh dan berkembang.   Nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan simpanannya maupun jaminan kreditnya pasca terjadinya kebakaran, karena data simpanan semuanya ada back up-nya dan jaminan kredit semua dalam kondisi aman dan terjaga baik, demikian dikatakan Joshepus KT, Direktur Bank Mantap. 

PT Bank Mandiri Taspen Pos sebagai bank hasil sinergi tiga BUMN, ke depan akan lebih intensif menjalin hubungan dengan ketiga induknya, yakni PT Bank Mandiri  Tbk, PT Taspen, dan PT Pos Indonesia. Dengan sinergi yang kuat, Bank Mantap menargetkan bisa naik kelas dengan modal di atas Rp 1 triliun dalam satu tahun ke depan.

Bisnis usaha Bank Mandiri Taspen Pos yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali selain tetap fokus di sektor UMKM juga sudah merambah ke sektor pensiunan. Kredit kepada pensiunan hingga Januari 2016 mencapai Rp.281,5 miliar, ikut mendongkrak pertumbuhan portofolio perkreditan perseroan per Januari 2016 yang mencapai Rp.1,7 triliun. Tahun ini, perseron ingin melayani lebih dari 20.000 pensiunan dengan target kredit pensiunan lebih Rp 1 triliun. “Kami optimistis bisa mencapai target itu,” tutur Josephus KT.

Untuk mendukung para pensiunan, Bank Mantap menawarkan sejumlah produk yang tidak memberatkan pensiunan. Selain ber bunga rendah, biaya provisi dan administrasi juga rendah. 

Dukungan PT Taspen dan PT Pos itu membuat Bank Mantap lebih yakin untuk melayani para pensiunan. Terlebih lagi, Taspen dan Pos telah lama mengelola dana pensiun. 

Tahun 2016 Bank Mantap terus memperluas jaringan kantornya, dimana hingga saat ini jumlah jaringan kantor mencapai 106 kantor dan pada tahun ini akan menambah sekitar 34 kantor di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini adalah untuk mendukung transformasi Bank Mantap untuk menjadi salah satu bank berskala nasional dari sebelumnya lokal Bali, demikian Josephus mengakhiri obrolannya.

Jan
Siaran Pers Pembagian sembako
Siaran Pers Pembagian sembako

Tabanan, 01 Juli 2016 – PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang lebih dikenal dengan nama Bank Mantap dalam kapasitasnya selaku mitra bayar dari PT Taspen (Persero), membuka layanan khusus (Posko) dan mengoperasikan 103 Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu di seluruh wilayah bali maupun luar bali. Pembukaan posko tersebut dilakukan dalam rangka pembayaran pensiun bulan Juli dan gaji ke-13 pada tanggal 2, 3 Juli 2016 dan khusus untuk tanggal 4 Juli 2016 Bank Mantap melayani kegiatan operasional perbankan. Adapun kegiatan tersebut dipusatkan di Bank Mandiri Taspen Pos Kantor Cabang Tabanan yang dihadiri langsung oleh Bambang T. Pramusinto selaku sekretaris perusahaan.

Jumlah pensiunan yang telah menjadi nasabah Bank Mantap hingga saat ini dan sekaligus menerima pembayaran gaji pensiun yang dibayarkan setiap bulannya melalui Bank Mantap sebagai mitra bayar berjumlah 2.472 pensiunan. Pembayaran yang disalurkan Bank Mantap kepada Pensiunan adalah sebesar Rp7,13 miliar jumlah tersebut berpotensi untuk terus bertambah pesat seiring dengan gencarnya ekspansi bisnis di segmen pensiunan yang saat ini Bank Mantap telah memberikan kredit sebesar Rp798 miliar kepada pensiunan, ucap Bambang T. Pramusinto yang akrab dipanggil Ito.

Dari total pembayaran pensiun yang dilakukan Bank Mantap sebesar 53% dari jumlah tersebut di atas akan di distribusikan di wilayah Bali, sementara 47% lainnya akan disalurkan ke kota-kota besar di luar Bali seperti Medan, Jakarta, Makasar dan Kupang.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini Bank Mantap memberikan bantuan sembako berupa mie instant, gula, beras dan lain-lain dengan nilai Rp50 ribu per pensiunan kepada seluruh pensiunan yang menerima pembayaran pensiun di bulan Juli dan pembayaran gaji ke-13 untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H, pemberian mana dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian dan menciptakan hubungan yang baik dengan para pensiunan.

Dalam kesempatan tersebut Bambang T. Pramusinto menyampaikan terima kasih yang sangat mendalam dan memberikan apresiasi kepada nasabah pensiunan atas kepercayaannya kepada Bank Mantap sebagai mitra bayar gaji pensiunan. Hal inisejalan dengan tagline Bank Mantap, untuk memberdayakan, mensejahterakan dan memuliakan, kami ingin semua stakeholders sejahtera termasuk para pensiunan, sebagaimana kita ketahui Bank Mantap dimiliki oleh tiga BUMN besar yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos.

Kita memiliki produk-produk yang khusus menyasar pensiunan, berupa Tabungan Si Mantap Pensiun maupun Kredit Mantap Pensiun, sesuai dengan spirit pembentukan Bank Mantap untuk mensejahterakan maka kami akan selalu membuat program-program sesuai kebutuhan, sederhana, kompetitif dan memenuhi kebutuhan nasabah sesuai segmen serta memberikan imbal hasil yang optimal kepada para pensiunan, tutup Ito.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Juni 2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi 4,134,913 triliun atau tumbuh sekitar 105.1%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai 3,349,753 triliun atau tumbuh sampai dengan 158.6%, untuk penyaluran kredit berkisar 2,729.449 triliun atau meningkat sampai 157.9%, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 25,645 miliar atau naik sampai dengan 101.5%.

Saat ini Bank Mandiri Taspen Pos mempunyai jaringan kantor sebanyak 104 kantor tersebar di Wilayah Bali, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Mataram, Makasar dan Kupang.

 

Susunan Pengurus Bank Mandiri Taspen Pos sebagai berikut :

Direktur Utama, Nixon LP. Napitupulu

Direktur Compliance & HC, Ida Ayu Kade Karuni

Direktur Finance & Risk Management, Josephus Koernianto Triprakoso

Direktur Business, Nurkholis Wahyudi

Direktur Procurement, Pension & Wealth Management, Paulus Endra Suyatna

Direktur IT, Network & Operation, Ihwan Sutardiyanta 

Jan
 Siaran Pers GELAR ACARA AKBAR IT SUMMIT MANDIRI GROUP TAHUN 2016
Siaran Pers GELAR ACARA AKBAR IT SUMMIT MANDIRI GROUP TAHUN 2016

Nusa Dua, 20 Juli 2016 – PT Bank Mandiri Taspen Posatau yang lebih akrab dikenal masyarakat dengan nama Bank Mantap bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk beserta seluruh perusahaan anak Bank Mandiri, menggelar acara pertama kali yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, dengan tema IT Summit Mandiri Group Tahun 2016, yang mengusung komitmen bersama untuk mendukung optimalisasi investasi Teknologi Informasi Mandiri Group. Optimalisasi yang dilakukan meliputi 3 (tiga) hal : Penyelarasan Arsitektur, Pengelolaan Data Bersama dan Sharing Infrastruktur Teknologi Informasi antara Bank Mandiri dengan Bank Mantap sebagai salah satu perusahaan anak.

Acara tersebut juga mengangkat issue yang sangat strategis di internal Mandiri Group berupa tata kelola  terintegrasi dalam bidang Teknologi Informasi, dengan menjalankan action plan yang telah disusun  sesuai dengan rules of the game yang telah disepakati dan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dari seluruh pihak yang terlibat dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam Acara tersebut hadir pula Ihwan Sutardiyanta selaku Direktur IT, Network dan Operations Bank Mantap guna mendukung komitmen bersama sinergi IT Summit Mandiri Group Tahun 2016 serta menyampaikan hal-hal penting dalam kesempatan acara tersebut, diantaranya penguatan infrastruktur maupun aplikasi untuk mendukung perkembangan bisnis Bank Mantap dalam peningkatan kapasitas jaringan IT, backup data untuk menjamin pelayanan nasabah dan juga mendukung nasabah Bank Mantap untuk  transaksi yang lebih berkembang dengan layanan mobile banking kedepannya, tukas Ihwan Sutardiyanta yang akrab dipanggil Pak Ihwan dalam kesempatan wawancara ini.

Kedepannya, aplikasi Support bisnis akan terus di upgrade secara berkesinambungan sesuai kebutuhan bisnis dan untuk ATM Bank Mantap yang pada awalnya hanya memiliki 10 mesin ATM, Bank Mantap kini bertransformasi menggunakan dan dapat memakai mesin ATM Bank Mandiri di seluruh Kantor Cabang dan Publik Area yang jumlahnya mencapai 17.341 mesin ATM serta dalam jangka waktu dekat dapat menggunakan 286.861 mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank Mandiri di seluruh wilayah Indonesia dengan bertujuan untuk memudahkan para nasabah Bank Mantap, tambah Ihwan.

Kolaborasi support Teknologi Informasi infrastruktur dan aplikasi antara Bank Mandiri selaku perusahaan Induk lebih fokus dalam pengembangan IT secara Bank Wide, sedangkan Bank Mantap selaku perusahaan anak akan fokus ke pelayanan nasabah, khususnya nasabah pensiunan Bank Mantap yang saat ini telah dapat menggunakan mesin ATM dan Mesin EDC Bank Mandiri, tutup Ihwan dalam wawancara ekslusif di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Juli2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi 4,04 triliun atau tumbuh sekitar 106,4%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai 3,27triliun atau tumbuh sampai dengan 163,5%, dan untuk penyaluran kredit berkisar 2,8triliun atau meningkat sampai 155%, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 44,9 miliar sebelum pajakatau naik sampai dengan 133,6%.

Saat ini Bank Mandiri Taspen Pos mempunyai jaringan kantor sebanyak 108 kantor yang tersebar di seluruh wilayah Bali Nusra, Sumatera, Pulau Jawa, Sulawesi.

 

Susunan Pengurus Bank Mandiri Taspen Possebagai berikut :

-          Direktur Utama, Nixon LP. Napitupulu

-          Direktur Compliance & HC, Ida Ayu Kade Karuni

-          Direktur Finance & Risk Management, Josephus Koernianto Triprakoso

-          Direktur Business, Nurkholis Wahyudi

-          Direktur Procurement, Pension & Wealth Management, Paulus Endra Suyatna

-          Direktur IT, Network & Operation, Ihwan Sutardiyanta