info mantap
Nov
Bank Mantap serahkan bantuan bedah rumah
Bank Mantap serahkan bantuan bedah rumah

Jumat, 30 Nopember 2015, PT. Bank Mandiri Taspen Pos atau disingkat “Bank Mantap” menyerahkan bantuan bedah rumah kepada keluarga I Wayan Degdeg di Banjar Munduk Waru, Desa Buahan, Kintamani. Penyerahan simbolis bantuan dilaksanakan di rumah ybs.,  oleh Bank Mantap yang diwakili oleh Bambang T. Pramusinto selaku Division Head Corporate Secretary dengan disaksikan oleh aparat desa setempat. 

 

Program bedah rumah adalah program Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka membantu KK miskin yang memiliki rumah tidak layak huni. Bantuan senilai Rp. 30 juta diambilkan dari dana CSR Bank Mandiri Taspen Pos tahun 2015. 

 

Bank Mandiri Taspen Pos yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali adalah  merupakan bank joint venture tiga BUMN yakni Bank Mandiri, PT Taspen, dan PT Pos Indonesia yang telah terbentuk sejak tanggal 22 Desember 2014. Bisnis Bank Mantap sebelumnya hanya fokus  pada  sektor UMKM, namun ke depannya dengan terbentuknya Bank Mantap bisnisnya merambah sektor pensiunan..

 

Untuk mendukung keinginan tersebut sejak tanggal 24 Juli 2015 Bank Mandiri Taspen Pos sudah menjadi mitra bayar Taspen. Kemitraan itu terkait pembayaran tunjangan hari tua, tunjangan hari tua multiguna, dan uang pensiunan bulanan. Dengan kerjasama ini, Bank Mantap dapat memperluas akses layanan kepada pensiunan, demikian kata Bambang Pramusinto.

 

“Sebagai pedatang baru, Bank Mantap bertekad untuk melayani para pensiunan dengan sepenuh hati, salah satunya membantu pengurusan pensiun ke Taspen. Melayani orang-orang tua harus lebih baik. Selain itu, para pensiunan juga membutuhkan fasilitas kredit untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti membuka usaha, menyekolahkan anak, bahkan membantu cucu”, ungkap Bambang.

 

Untuk menggarap pasar pensiunan, Bank Mantap juga menjalin kemitraan dengan PT Pos Indonesia. Dengan demikian, perseroan mendapat dukungan penuh dari PT Taspen dan PT Pos yang telah lama mengelola dana pensiun.

 

Saat ini, Bank Mantap telah memiliki 93 kantor cabang di Bali, dan tiga cabang baru di luar Bali yaitu Mataram, Kupang dan Bandung, dan hingga akhir tahun ini akan disusul dengan di daerah-daerah lainnya di Jawa dan Sumatra.

 

Ke depan, Bank Mantap akan lebih intensif menjalin hubungan dengan tiga BUMN induknya, yakni PT Bank Mandiri  Tbk, PT Taspen, dan PT Pos Indonesia. Dengan sinergi yang kuat, Bank Mantap menargetkan bisa naik kelas dengan modal di atas Rp 1 triliun dalam dua tahun ke depan. “Kami akan mengandalkan pertumbuhan secara organik untuk pengembangan ekspansi Bank Mantap agar semakin mantap, dengan tetap menjaga kemungkinan pertumbuhan secara non organik. kata Bambang mengakhiri pembicaraan.”

 

Sebagai pemegang saham, tiga BUMN ini berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pensiunan.  Saat ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memiliki 58,25% saham. PT Taspen dan PT Pos Indonesia masing-masing memiliki 20,2% saham Bank Mantap, sedangkan 1,35% saham dimiliki minoritas.

Nov
Siaran Pers Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Bukukan Kenaikan Kredit 198,35 persen pada Oktober
Siaran Pers Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Bukukan Kenaikan Kredit 198,35 persen pada Oktober

Denpasar, 30 November 2016 – Bank Mantap terus memperkuat peran sebagai lembaga intermediasi untuk mendorong perekonomian nasional. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 198,35 persen pada Oktober 2016 menjadi Rp 3,98 triliun dari Rp 1,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, portofolio kredit produktif perseroan tercatat sebesar Rp 2,73 triliun, atau 68,72 persen dari total kredit Bank Mantap, meningkat Rp 1,88 triliun atau tumbuh 219,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi, pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pensiunan PNS serta TNI/Polri yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan daya saing. Sebagai perusahaan anak Bank Mandiri dan Taspen, Bank Mantap telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 2,73 triliun atau tumbuh 219,64 persen yoy, yang disalurkan untuk pembiyayaan kredit Retail Rp 1,07 triliun dan kredit Mikro sebesar Rp 1,02 triliun.

“UMKM yang kuat akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam menjawab tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau yang tersebar luas. Oleh karena itu, kami akan terus konsisten dalam membantu pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis,” ujar Cak Nur.

Secara segmentasi, Cak Nur melanjutkan, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 2.469,20 persen menjadi Rp 1,89 triliun pada bulan Oktober 2016. “Pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengakselerasi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pensiunan,” ungkap Cak Nur.

Selain itu atas peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah UMKM dan pensiunan, perseroan juga telah berhasil membukukan laba menjadi sebesar Rp 46,65 miliar pada bulan Oktober 2016 atau meningkat sebesar 206,57 persen secara yoy. Peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 73,18 persen dibulan Oktober 2016 atau turun sebesar -5,62 persen dari tahun 2015 sebesar 77,54 persen.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mantap juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 4,21 triliun pada Oktober 2016 dari Rp 1,59 triliun pada tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) dan dana mahal (deposito) yang berhasil dikumpulkan Bank Mantap mencapai Rp 4,21 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 266 miliar menjadi Rp 621 miliar yoy. 

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mantap terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Oktober 2016, Bank Mantap telah menambah 102 unit kantor cabang menjadi  119 unit.

Nov
Siaran Pers Medium Term Notes Tahap I Bank Mantap
Siaran Pers Medium Term Notes Tahap I Bank Mantap

Jakarta, 17 November 2016 – Medium Term Notes (MTN) atau yang disebut surat hutang jangka pendek Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) memperoleh banyak peminat (over subscribed) dari investor. Hal ini terlihat dari penawaran awal (bookbuilding) yang diterima penjamin emisi dengan nilai Rp 540 miliar atau 150 persen dari target dari emisi sebesar Rp 350 miliar, dari nilai yang diserap MTN tahap 1 tersebut dengan jangka waktu 1 tahun.

Menurut Direktur Paulus Endra Suyatna, tingginya penawaran yang masuk mengindikasikan kepercayaan investor yang baik kepada perseroan dalam mengelola bisnis. “Kami berharap dengan keberhasilan penerbitan MTN ini karena dapat membantu Bank Mantap melakukan ekspansi bisnis terutama dalam rangka mendukung pembiayaan kredit kepada para pensiunan PNS dan TNI/Polri,” ungkap Endro.  

Dalam penerbitan ini, perseroan menetapkan MTN sebesar Rp 350 miliar dengan kupon 9.50 persen per annum. Surat utang ini bertenor 370 hari dan akan jatuh tempo pada 28 November 2017. Frekuensi pembayaran bunga dilakukan secara triwulanan dengan pembayaran bunga pertama pada 18 Februari 2017, adapun penjamin pelaksana emisi penerbitan MTN ini adalah Mandiri Sekuritas serta Bank Mandiri sebagai pemantau.

Lebih lanjut, Endro mengatakan Bank Mantap mencari likuiditas di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Pada November 2016 kredit yang diberikan mencapai Rp 4,2 triliun, tumbuh 151,5 persen dari periode tahun lalu. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK menyebabkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to funding ratio (LFR) mencapai 93.03 persen per tanggal 15 November 2016.

MTN tersebut menarik bagi investor di tengah keringnya produk investasi berkupon tinggi, dengan kupon yang lebih tinggi, tentu akan membuat MTN Bank Mantap lebih menarik. Pefindo memberikan rating idA+ (investment grade) bagi MTN Bank Mantap, yang artinya perseroan dianggap memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya. Di samping itu Bank Mantap sahamnya dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga tingkat risiko untuk gagal bayar akan semakin kecil.

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan November 2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 5,51 triliun atau tumbuh sekitar 127,3 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 4,59 triliun atau tumbuh sampai dengan 173,6 persen dan untuk penyaluran kredit berkisar Rp 4,3 triliun atau meningkat sampai 195,4 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 69,442 miliar sebelum pajak atau naik sampai dengan 123,8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Okt
FAQ Kredit Mantap Pensiun
FAQ Kredit Mantap Pensiun

FAQ Kredit Mantap Pensiun
“Produk KREDIT MANTAP PENSIUN (KMP)”

 

  1. Apa yang dimaksud dengan "ProdukKREDIT MANTAP PENSIUN (KMP)" ?
    Produk Kredit Bank Mantap yang di Berikan khusus kepada para Pensiunan dari PNS, TNI, POLRI, BUMN & BUMD.
  2. Apa keuntungan yang didapatkan dari produk KREDIT MANTAP PENSIUN (KMP) ini ?
    Untuk membantu para Pensiunan mendapatkan modal usaha atau modal kerja dan kebutuhan konsumtif seperti renovasi rumah, pendidikan, kebutuhan keagamaan, dll.
  3. Apakah produk ini merupakan produk berhadiah?
    Iya.
  4. Pajak hadiah atas produk KREDIT MANTAP PENSIUN (KMP)menjadi tanggungan siapa ?
    Pajak hadiah ditanggung oleh perusahaan.
  5. Bagaiman acara mengikuti produk ini?
    Setiap nasabah pensiunan yang telah mendapatkan fasilitas Kredit Mantap Pensiun (KMP) berhak memperoleh 1 (satu) tiket undian berhadiah yang akan diundi pada akhir periode
    Periode I : 1 Januari 2016 s/d 30 Juni 2016 (diundiawalbulanJuli 2016).
    Periode II : 1 Juli 2016 s/d 31 Desember 2016 (diundiawalbulanJanuari 2017).
  6. Apa syarat dan ketentuan produk KREDIT MANTAP PENSIUN (KMP) ini ?
    Nasabah Pensiunan harus memiliki fasilitas kredit minimal Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) tidak berlaku kelipatan untuk mendapatkan 1 (satu) tiket undian.
  7. Kapan Produk kini berlaku sejak dimulai dan berakhir ?
    Periode I (Hadiah Motor) : 1 Januari 2016 s/d 30 Juni 2016 (diundi awal bulan Juli 2016).
    Periode II (HadiahWisataReligi) : 1 Juli 2016 s/d 31 Desember 2016 (diundi awal bulan Januari 2017).
  8. Apakah terdapat biaya yang dipungut atas produk KREDIT MANTAP PENSIUN (KMP) ?
    Gratis, tidak dipungut biaya apapun.
  9. Apakah promo ini berlaku untuk seluruh nasabah Bank Mantap ?
    Promo ini hanya berlaku untuk nasabah yang memiliki fasilitas Kredit Pensiun.
  10. Bagaimana cara pengambilan hadiah ?
    Hadiah akan diundi 2 periode :
    Periode I (Hadiah Motor) : 1 Januari 2016 s/d 30 Juni 2016 (diundi awal bulan Juli 2016).
    Periode II (Hadiah Wisata Religi) : 1 Juli 2016 s/d 31 Desember 2016 (diundi awal bulan Januari 2017).
  11. Apakah risiko yang akan diterima oleh nasabah atas produk ini ?
    Jika terkait perolehan hadiah, resikonya tidak semua Nasabah Pensiunan pemegang tiket undian mendapatkan Hadiah Undian.
  12. Kemana saya dapat menghubungi apabila ada pertanyaan terkait program ini ?
    PT Bank Mandiri Taspen Pos
Sep
Siaran Pers Bank Mantap Gandeng UGM Jalin Kerja Sama
Siaran Pers Bank Mantap Gandeng UGM Jalin Kerja Sama

Yogjakarta, Selasa 20 September 2016 bertempat di Graha Sabha Pramana telah ditandatangani nota kesepahaman antara PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang dikenal Bank Mantap dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Penandatanganan nota kesepahaman Layanan Jasa Keuangan dan Jasa Perbankan tersebut ditandatangani oleh Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati dan Dirut Bank Mantap Nixon L.P. Napitupulu serta disaksikan Gubernur DI Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, bisnis Bank Mantap yang semakin berkembang memerlukan adanya kerjasama dengan pihak lain termasuk dengan Universitas di seluruh Indonesia karena itu Bank Mantap menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjalin kerja sama dalam hal Pelayanan Produk dan Jasa Perbankan yang salah satunya adalah penyaluran kredit pensiun.  Sampai dengan Agustus 2016 kredit yang disalurkan mencapai Rp 3,20 Triliun atau meningkat sebesar 124,46 persen dari periode yang sama tahun lalu, posisi NPL Bank Mantap posisi Agustus 2016 adalah relative kecil yaitu 0,70 persen dan  cenderung mengalami penurunan dari bulan-bulan sebelumnya.

“Bank Mantap adalah merupakan bank hasil joint venture tiga BUMN yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos Indonesia, dimana ke depan sektor bisnis pensiunan akan menjadi andalan utamanya, namun tidak meninggalkan sektor UMKM yang selama ini telah membesarkannya. Target menjadi salah satu bank terbesar di sektor pensiunan di Indonesia adalah bukan tanpa alasan. Selain didukung dengan jaringan kantor yang terus bertambah hingga saat ini telah berjumlah 109 kantor dan rencana penambahan 34 jaringan kantor baru pada tahun 2016 di beberapa daerah di Indonesia.  Juga didukungan penuh oleh PT Taspen selaku induk perusahaan dengan telah  menunjuk Bank Mantap sebagai mitra bayar pensiunan serta kemitraan dengan PT Pos Indonesia dalam menggarap pasar pensiunan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Bank Mantap mensejahterahkan pensiunan dan pengusaha kecil,” tutur Nixon.

Menurut Nixon, hingga Sementer pertama tahun ini, kinerja Bank Mantap menunjukan hal yang menggembirakan, dimana Perseroan mampu membukukan laba sebesar Rp 47,7 Miliar atau meningkat sebesar 170,04 persen dibandingkan periode sama sebelumnya, total asset tumbuh 118,9 persen dari Rp 2,57 Triliun menjadi Rp 4,30 Triliun, DPK yang berhasil dihimpun meningkat 139,18% dari Rp 1,23 Triliun menjadi Rp 3,49 Triliun.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos :

Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) dimiliki tiga BUMN, yaitu PT Bank Mandiri 58,25 %, PT Taspen dan PT Pos Indonesia masing-masing 20,20 % serta 1,35 % dimiliki oleh individu. Jaringan kantor saat ini berjumlah 109 dengan pegawai lebih dari 1000 orang.

Susunan Direksi Bank Mantap  :

-          Direktur Utama         :   Nixon L.P. Napitupulu

-          Direktur                       :   Ida Ayu Kade Karuni

-          Direktur                       :   Josephus Koernianto Triprakoso

-          Direktur                       :   Nurkholis Wahyudi

-          Direktur                       :   Paulus Endra Suyatna

-          Diirektur                      :   Ihwan Sutardiyanta

Jun
Pembayaran Manfaat Pensiun, Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis
Pembayaran Manfaat Pensiun, Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis

Tabanan, 01 Juni 2016 – PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang dikenal dengan nama Bank Mantap menggelar acara perdana layanan pembayaran manfaat pensiun, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bekerjasama dengan Mandiri Inhealth, yang diadakan di Bank Mandiri Taspen Pos Kantor Cabang Tabanan.

 

Acara tersebut diikuti oleh kurang lebih 100 orang pensiunan yang sekaligus menerima pembayaran gaji pensiunan yang dibayarkan setiap bulannya melalui Bank Mantap sebagai mitra bayar.

 

“Usia pensiun identik dengan masa lanjut usia sehingga wajar cenderung kesehatan akan menurun, namun kami tidak ingin itu menjadi momok yang menakutkan bagi para pensiunan, pensiuan sebenarnya hanya berhenti dari pekerjaan rutin pada Instansi atau Perusahaan orang lain dan mulai mengisi waktu yang terlewatkan untuk bekerja atau berusaha sendiri pada bidang atau kegiatan yang lain dan semua itu harus didukung dengan kesehatan yang baik”, ucap Paulus Endra Suyatna yang menjabat sebagai Direktur Procurement, Pension & Wealth Management Bank Mantap.

 

Dalam kesempatan tersebut Ida Ayu Kade Karuni selaku Direktur Compliance & Human Capital menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas antusiasme para pensiunan yang penuh semangat mengikuti acara yang digelar oleh Bank Mantap, dan berharap agar acara-acara serupa dapat dilaksanakan secara kontinyu untuk menciptakan hubungan yang baik dengan para pensiunan.  Disamping itu Ida Ayu Kade Karuni juga  berharap bahwa dengan kegiatan ini dapat mengubah pola pikir yang selama ini berkembang bahwa pensiunan identik dengan tidak bisa apa-apa, dalam masa pensiun adalah masa bebas dan menjadi tuan atas diri sendiri dalam mengisi hidup yang selama ini terlewatkan dengan rutinitas kantor, diantaranya masih banyak pensiunan yang memiliki usaha, berkarya dan masih mampu untuk membiayai keluarga, tuturnya.

 

Paulus Endra Suyatna yang akrab dipanggil dengan Pak Endro menambahkan bahwa, sejalan dengan tagline Bank Mantap, untuk memberdayakan, mensejahterakan dan memuliakan, kami ingin semua stakeholder kami sejahtera termasuk para pensiunan, sebagaimana kita ketahui bersama Bank Mantap dimiliki oleh tiga BUMN besar yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos. Khususnya Taspen kita ketahui merupakan perusahaan pelat merah yang memang secara total berkecimpung dalam pengelolaan dana pensiunan sehingga sangat pas rasanya untuk kita meneruskan tugas dari Taspen tersebut dalam mengelola pensiuan.

 

Kita memiliki produk-produk yang khusus menyasar pensiunan, berupa Simpanan Si Mantap berhadiah Langsung maupun Kredit Pensiunan, sesuai dengan spirit pembentukan Bank Mantap untuk mensejahterakan maka kami akan selalu membuat program-program sesuai kebutuhan, sederhana, kompetitif dan memenuhi kebutuhan nasabah sesuai segmen serta memberikan imbal hasil yang optimal, tutup Endro.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan April 2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi 3,424.6 triliun atau tumbuh sekitar 89.3%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai 2,659.5 triliun atau tumbuh sampai dengan 142.3%, untuk penyaluran kredit berkisar 2,269.2 triliun atau meningkat sampai 130.7%, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 15.2 miliar atau naik sampai dengan 68.4%. 

Saat ini Bank Mandiri Taspen Pos mempunyai jaringan kantor sebanyak 108 kantor tersebar di seluruh Bali dan luar bali.

Susunan Pengurus Bank Mandiri Taspen Pos sebagai berikut :

- Direktur Utama, Nixon LP. Napitupulu 

- Direktur Compliance & HC, Ida Ayu Kade Karuni

- Direktur Finance & Risk Management, Josephus Koernianto Triprakoso 

- Direktur Business, Nurkholis Wahyudi 

- Direktur Procurement, Pension & Wealth Management, Paulus Endra Suyatna 

- Direktur IT, Network & Operation, Ihwan Sutardiyanta 

 

 

PT. Bank Mandiri Taspen Pos,

Corporate Secretary & Legal