info mantap
Apr
RUPS Tahunan 2017 Menetapkan Josephus K. Triprakoso Sebagai Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Pos
RUPS Tahunan 2017 Menetapkan Josephus K. Triprakoso Sebagai Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Pos

Kuta, 7 April 2017 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) memutuskan untuk menetapkan Josephus K. Triprakoso sebagai Direktur Utama menggantikan Nixon L.P. Napitupulu. RUPST juga mengangkat Muhamad Gumilang sebagai Direktur perseroan.

Penetapan tersebut dilakukan menyusul diangkatnya Nixon L.P. Napitupulu sebagai Direktur pada salah satu Bank BUMN serta Ihwan Sutardiyanta bertugas kembali ke PT Pos Indonesia (Persero).

Sebelumnya, Josephus K. Triprakoso adalah Direktur Finance & Risk Management Bank Mantap, sedangkan Muhamad Gumilang adalah Area Head Kebon Sirih Jakarta Bank Mandiri.

“Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta mendukung program-program pemerintah terhadap pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri,” kata Corporate Secretary & Legal Bank Mantap Bambang T. Pramusinto yang akrab disapa Ito usai RUPST di Hotel Sheraton Kuta Bali, Jumat (7/4). 

Di samping itu, RUPST juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Perseroan periode 2016 serta pembayaran dividen sebesar 5% dari laba bersih 2016, yakni Rp 2,53 miliar. Sedangkan Rp 38,13 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rencana ekspansi bisnis perseroan dan Rp 10 miliar disisihkan sebagai dana cadangan.

“Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya,” jelas Ito.

Kinerja Bank Mantap sepanjang 2016 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan di semua aspek keuangan. Secara keseluruhan Bank Mantap juga berhasil menyelesaikan rencana kerja dengan baik, bukan hanya dari sisi keuangan, namun juga meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih pada akhir maret (triwulan 1) 2017 tercatat tumbuh 176,50 persen menjadi Rp 31,22 miliar dibandingkan Rp 11,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 6,18 triliun pada akhir maret tahun 2017 tumbuh 202,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,04 triliun. Total Dana Pihak Ketiga pada akhir maret mencapai Rp 6,99 triliun meningkat 176,9 persen dari periode yang sama tahun lalu, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang meningkat.

“Kredit Bank Mantap yang disalurkan ke sektor produktif pada akhir maret (triwulan 1) tercatat sebesar Rp 4,47 triliun atau tumbuh 346,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilihat dari segmentasi kredit, pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen pensiunan dan mikro yang masing-masing tumbuh 778,47 persen dan 53,16 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) diangka 0,43 persen akhir maret 2017. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga mendorong peningkatan asset sebesar 167,91 persen pada akhir maret 2017 menjadi Rp 8,79 triliun dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya” ujar Ito.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama – Abdul Rachman

2. Komisaris – Agus Haryanto

3. Komisaris – Edhi Chrystanto

4. Komisaris Independen – Sukoriyanto Saputro

5. Komisaris Independen – I Wayan Deko Ardjana

Direksi :

1. Direktur Utama - Josephus Koernianto Triprakoso

2. Direktur Procurement, Pension & Wealth Management - Paulus Endra Suyatna

3. Direktur Business - Nurkholis Wahyudi

4. Direktur Compliance & HC - Ida Ayu Kade Karuni

5. Direktur Finance & Risk Management – Muhamad Gumilang

 

*) efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK

Mar
Pengelolaan Keuangan di Masa Pensiun
Pengelolaan Keuangan di Masa Pensiun

Buat beberapa orang, masa pensiun bisa jadi fase yang kurang menarik karena sudah tidak aktif bekerja lagi. Suasana sehari-hari potensial menjadi lebih monoton dan membosankan; belum lagi masalah yang kerap terjadi setelah memasuki masa pensiun mulai terasa, yaitu tidak adanya pemasukan finansial. Urusan uang ini bisa membuat Anda makin resah, karena terkait dengan kemampuan Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Idealnya, Anda sudah mempersiapkan dana pensiun jauh sebelum memasuki masanya, tapi perlu disadari bahwa saat ini di Indonesia, masih banyak yang belum menyadari pentingnya dana pensiun. Sehingga yang masih lumrah dirasakan, masa pensiun adalah zona tidak aman jika terkait soal uang. Ketidakpastian finansial seperti jadi masalah baru di tahap kehidupan ini.

Untuk menghadapi hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Apa saja? Ikuti ulasannya berikut ini.

Memahami arus pemasukan

Hal ini penting, karena seringkali juga orang tidak menyadari apa saja sumber pemasukan finansialnya. Dengan mengetahui dan memahaminya secara rinci, kita jadi lebih awas dengan subjek yang mesti dikelola. Tanpa mendalami urusan pemasukan ini, Anda akan mengalami kesulitan mengelolanya untuk kepentingan sehari-hari.

Soal sumber ini, sebut saja seperti gaji pensiun atau tunjangan hari tua (THT) dari pemerintah, yang dalam hal ini diurus PT Taspen. Catat secara rinci pemasukan dari tiap-tiap sumber yang Anda dapatkan; untuk jadi modal awal pengelolaan finansial di masa pensiun Anda. Kalau bingung, Anda bisa coba mengakses portal yang disiapkan PT Taspen untuk mengecek perhitungan gaji pensiun dan THT yang Anda terima; caranya mudah, Anda tinggal memasukkan NIP (nomor identitas pegawai negeri sipil) dan tanggal lahir.

Sumber lain yang bisa diperhitungkan di kategori pemasukan ini ada dana dari BPJS ketenagakerjaan, sampai DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).

Memilah kewajiban pembayaran berkala

Jika Anda memiliki kewajiban pembayaran berkala, pilah kebutuhan ini sejak awal, agar Anda bisa membayarkannya secara disiplin. Karena kalau tidak, urusan ini bisa jadi utang yang membebani dan bahkan bikin stres saat Anda tengah menjalani masa pensiun.

Soal kewajiban pembayaran berkala ini biasanya berasal dari kredit. Hal ini wajar saja, karena ada kebutuhan-kebutuhan yang penting dan bisa memberikan nilai tambah kekayaan, juga perlu Anda miliki, namun membutuhkan bantuan kredit. Sebut saja seperti kredit KPR atau usaha, hingga pinjaman untuk merenovasi rumah atau tempat usaha, sampai biaya sekolah anak.

Yang perlu cermat diperhatikan adalah dari siapa Anda meminjam dana tersebut, dan untuk apa. Tentang sumber pinjaman misalnya, hindari meminjam dana dari rentenir; idealnya Anda meminjam dari lembaga keuangan terpercaya seperti bank. Lalu terkait kegunaannya, hindari meminjam uang untuk keperluan belanja barang yang tidak terlalu penting kegunaannya; seperti pakaian atau televisi tambahan.

Pastikan Anda hanya membeli barang yang Anda butuhkan, secukupnya saja. Gaya hidup hemat juga membantu Anda lebih disiplin untuk memenuhi kewajiban pembayaran berkala untuk melunasi dana pinjaman.

Membuat perencanaan pengeluaran

Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah merencanakan anggaran pengeluaran Anda secara seksama; setelah memahami sumber pemasukan, atur kebutuhan pengeluaran finansial Anda sesuai dengan informasi nilai pemasukan. Caranya dengan mengurai kebutuhan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan Anda, dan berapa nilai dana yang dibutuhkan pada masing-masing poin kebutuhan.

Seiring waktu, daftar pengeluaran ini selalu bisa Anda evaluasi, apakah Anda masih butuh berlangganan saluran TV kabel? Atau apakah Anda masih memerlukan dua orang pembantu rumah tangga? Bisa jadi, dengan makin banyaknya waktu di rumah, Anda jadi punya lebih banyak ruang dan waktu untuk membereskan rumah sendiri, sehingga hanya butuh satu orang pembantu atau bahkan tidak sama sekali.

Evaluasi pengeluaran secara berkala juga perlu dilakukan, dengan tujuan, Anda bisa terus menekan biaya yang harus dikeluarkan, dan bisa mengalokasikannya untuk urusan lain yang lebih penting dan membantu Anda menikmati masa pensiun, misalnya, mengikuti kelas latihan pernapasan untuk kegiatan fisik dan bersosialisasi; atau bahkan buat modal memulai usaha sendiri.

Mencari alternatif pemasukan baru

Jika pemasukan dan pengeluaran sudah tercatat dengan rapi, dan Anda terus melakukan evaluasi dan penyesuaian, maka besar kemungkinan terdapat dana lebih yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan menguntungkan dan bisa menjadi alternatif pemasukan baru buat Anda.

Kegiatan mencari alternatif pemasukan baru ini bisa jadi bukan hanya untuk yang memiliki dana lebih dan bisa jadi modal usaha, tapi juga untuk menutupi kekurangan dana yang masuk jika dibandingkan dengan pengeluaran. Dan begitu mulai menghasilkan, Anda harus memasukkan dana ini ke dalam daftar pemasukan seperti dibahas di poin pertama tadi.

Upaya yang bisa dilakoni untuk mendapatkan pemasukan tambahan antara lain membuka usaha sendiri atau berbisnis, atau berinvestasi.

Untuk berbisnis, Anda bisa mencoba salah satu dari berbagai peluang usaha yang bisa dilakukan di masa pensiun; seperti membuka toko kelontong, budidaya tanaman, atau membuka tempat kursus. Yang jelas, pastikan Anda benar-benar berkomitmen penuh untuk menjalaninya, dan membuka diri untuk belajar tentang perkembangan kewirausahaan terkini.

Terkait urusan bisnis ini juga, ada kemungkinan Anda menambah utang produktif. Namun, jika perhitungan Anda menunjukkan kalau utang produktif ini bisa berbalik menjadi keuntungan besar buat Anda, maka tidak ada masalah untuk mengusahakannya.

Sementara, kalau Anda lebih tertarik berinvestasi, Anda bisa melakukannya lewat jual beli properti, emas, sampai saham. Sama seperti usaha, investasi bukan berarti bebas risiko, tapi jika Anda sudah siap dan paham luar dalam teknis kegiatannya, investasi bisa jadi salah satu sumber pemasukan yang menguntungkan.

Bahkan, jika Anda tertarik melakukan kombinasi investasi dan berbisnis, Anda bisa menjalankan kegiatan seperti membuka tempat penyewaan mobil atau menjadi mitra penyedia layanan transportasi online seperti Uber, Go-Jek, atau Grab. Investasi Anda adalah pada unit kendaraan, bahkan besar peluangnya Anda mesti membayar angsuran bulanan. Namun lagi-lagi, jika setelah diperhitungkan, Anda bakal mendapatkan pemasukan lebih besar dari nilai angsuran, gaji sopir, dan perawatan, maka tak ada salahnya Anda menjalani usaha tersebut.

Sekarang, apakah Anda sudah mencatat sumber pemasukan dan anggaran pengeluaran secara rinci dan jelas? Kalau belum, sebaiknya segera dilakukan, sebelum urusan finansial berantakan dan Anda keburu gelisah dan stres. Dengan memiliki keadaan finansial yang baik dan sehat, kita bisa jadi lebih mandiri dan sejahtera dari sisi keuangan meski sudah melalui masa aktif bekerja dan tanpa pemasukan rutin lagi.

Feb
Gaya Hidup Sehat
Gaya Hidup Sehat

4 Hal yang Membuat Masa Pensiun Anda Lebih Bahagia

Menjawab mana yang mesti didahulukan antara sehat atau bahagia ibarat dihadapkan pada teka-teki ayam atau telur. Karena badan yang sehat bisa membuat bahagia, pun sebaliknya, rasa bahagia punya dampak yang tidak remeh terhadap kesehatan badan. Sehingga yang diperlukan adalah keseimbangan di antara urusan fisik dan emosional.

Kesehatan fisik, seperti yang biasa kita ketahui, ditandai dengan daya hidup, ketahanan tubuh, sampai fungsi dan kondisi positif organ-organ badan. Sementara kesehatan emosional lebih pada kenyamanan, perasaan, sampai kondisi mental manusia. Emosi yang sehat membuat manusia mampu mengendalikan pikiran, perasaan, serta perilakunya dengan baik.

Untuk kesehatan fisik, tentunya kita mesti berolahraga secara teratur; sementara terkait emosi, menurut Dr. Barbara L. Fredickson, psikolog dan ahli kesehatan emosi asal Amerika Serikat: “Kita harus memperluas kesadaran diri dan membuka pikiran terhadap hal-hal lain, atau ide baru.”

Apa persisnya yang bisa Anda lakukan untuk mencapai kesehatan emosi, terutama saat menjalani masa pensiun?

Menjaga kondisi keuangan

Meski sudah tidak aktif bekerja, bukan berarti bisa lepas sama sekali dari kekhawatiran soal uang. Apalagi, keadaan cukup rentan terhadap kebutuhan dana terkait kesehatan, atau sekadar tidak ingin merepotkan anak. Maka itu, Anda perlu menjaga kondisi keuangan; yang bisa dilakukan dengan cara menabung, investasi, sampai memulai usaha.

Selain hal-hal di atas, Anda juga mesti memperhitungkan biaya dan gaya hidup selama masa pensiun. Dan untuk itu, catat apa saja aktivitas yang Anda jalani sehari-hari, apakah ada di antaranya yang bisa dilakukan dengan biaya yang lebih ekonomis.

Misal, hindari makan di restoran dan lebih mengonsumsi sayur dan buahan segar. Soal sayur dan buah ini juga bisa diakali dengan cara berkebun sendiri. Lalu, untuk kegiatan olahraga, bisa dilakukan tanpa biaya berlebihan. Lari kecil atau berjalan kaki di sekitar rumah bisa jadi pilihan aktivitas yang hemat secara biaya tapi tetap tinggi manfaat sehatnya.

Cermat memperhitungkan biaya membuat peluang stres akibat urusan finansial semakin kecil. Dengan demikian Anda sudah menekan salah satu potensi masalah yang mungkin dihadapi di tengah masa pensiun dan bisa fokus pada hal menyenangkan lainnya.

Melatih ketajaman pikiran dan ingatan

Salah satu hal yang juga berpeluang jadi masalah buat Anda yang tengah menjalani masa pensiun adalah menghadapi rasa bosan.

Menurut salah satu penelitian, kebosanan muncul karena kurangnya makna hidup. Dan makna dalam hidup biasanya dirasakan saat daya pikir seseorang teraktualisasi dengan baik; mengutip pernyataan populer dari filsuf Descrates, “Cogito ergo sum” yang artinya "Aku berpikir maka aku ada."

Hal tersebut sebelumnya relatif mudah Anda rasakan saat masih aktif bekerja, tapi kini Anda sudah tidak menjalaninya lagi. Sebagai pengganti, lakukan berbagai hal yang menantang ketajaman berpikir dan mengingat Anda; contohnya, melahap buku-buku favorit atau terbaru, bermain kartu atau catur bersama teman-teman, bahkan jika menggemarinya, menonton sepakbola pun bisa memberikan kontribusi terhadap usaha mengasah kerja otak.

Otak yang tertantang membuat Anda bisa mengalihkan diri dari rasa bosan dan lebih senang menjalani hari-hari dalam kehidupan.

Mencoba hal-hal baru

Terkait tantangan dan bahasan pada poin ini, ada film yang menarik untuk menjadi inspirasi: The Bucket List (2007) yang diperankan oleh Jack Nicholson dan Morgan Freeman. Dalam film itu, keduanya berusaha memanfaatkan masa tua mereka untuk menuntaskan daftar berbagai kegiatan baru dan seru, yang belum sempat mereka lakoni ketika muda dulu.

Hal ini bisa juga Anda lakukan, untuk membuat masa pensiun Anda lebih seru lagi dan akhirnya membuat Anda puas dan lebih bahagia. Misalnya, menerbitkan buku, berpelesir ke luar negeri, atau mungkin sesederhana membuat akun Facebook atau Instagram untuk berbagi pengalaman hidup. Anda mungkin bakal merasa asing, bingung, atau bahkan takut; tapi mungkin Anda membutuhkan sederet sensasi emosional itu.

Mengikuti kegiatan komunitas

Bergabung dan mengikuti aktivitas bersama dalam sebuah komunitas, membuat seseorang merasa dirinya bermakna secara emosional. Karena dalam kesempatan itu ia bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki minat sama. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan kalau hubungan sosial yang intens bisa meredam kemungkinan depresi.

Entah itu sekadar kegiatan senam bersama setiap akhir pekan, atau pelatihan kewirausahaan untuk pengusaha di masa pensiun, bisa dipastikan Anda mendapatkan manfaat ekstra dari situ.

Menariknya lagi, dengan melakukan sederet hal di atas, kemungkinan besar Anda meraup beberapa keuntungan sekaligus. Misal, mengurangi menyantap makanan restoran dan lebih sering mengonsumsi sayur dan bebuahan segar, bisa menghemat biaya sekaligus menjaga kesehatan. Atau jika mengikuti pelatihan kewirausahaan, Anda bisa memperbesar peluang sukses berbisnis, sekaligus bersosialisasi. Yang jelas, hidup jadi lebih bermakna, menyenangkan, dan tentunya bahagia.

Jan
Bank Mantap Gelar Festival Mantap Indonesia Bagi Pensiunan
Bank Mantap Gelar Festival Mantap Indonesia Bagi Pensiunan

Denpasar, 29 Januari 2017 – Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) menghelat ajang tahunan Festival Mantap Indonesia sebagai puncak rangkaian HUT perseroan ke-2, serta meningkatkan engagement kepada pensiunan dengan mengundang Persatuan Werdata Republik Indonesia (PWRI) dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) sebagai perwakilan pensiunan dari PNS dan TNI/Polri. Dalam event yang digelar pada Minggu, 29 Januari 2017 tersebut, perseroan berharap dapat mendatangkan lebih dari 6.000 pengunjung, dimana seluruhnya akan melakukan kegiatan jalan sehat, senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Mandiri Inhealth.

Menurut Direktur Utama Bank Mantap Nixon L.P. Napitupulu dari jumlah pengunjung tersebut merupakan implementasi keseriusan Bank Mantap dalam memberikan acara yang menghibur para pensiunan di Bali sehingga dapat menikmati masa pensiun dengan sehat dan senang.

“Sebagai lembaga keuangan milik bangsa Indonesia, kami berkomitmen untuk menunjukkan apresiasi kepada para pensiunan dari PNS dan TNI/Polri yang telah usai mengabdi bagi negeri ini melalui acara hiburan dan pelayanan keuangan yang handal serta terbaik ” ungkap Nixon.

Pada acara Festival Mantap Indonesia juga dilaksanakan penarikan Undian Gratis Berhadiah (UGB) dengan hadiah paket Wisata Religi Rohani (berkunjung ketempat suci bagi keyakinan agama pemenang beserta pasangannya) untuk 2 (dua) pemenang beserta pasangannya bagi 22.742 debitur pensiunan yang diundi.

“Guna meningkatkan brand awareness Bank Mantap, Nixon mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk terus berinovasi dalam memberikan nilai tambah dan manfaat kepada nasabah Bank Mantap, antara lain melalui kerjasama dengan pensiunan dan mitra binaan UMKM yang paling digemari, serta menggelar event-event promosi dan aktivasi seperti Festival Mantap Indonesia” tutur Nixon.

Sedangkan wisata kuliner yang mengisi Festival Mantap Indonesia beberapa diantaranya adalah mitra UMKM binaan Bank Mantap yaitu, Warung Babi Guling Candra, Warung Balayad Bu Gusti, Warung Du Top, Mujair Nyat-Nyat Dea, Jamur Crispy Ibu Marni, Soto Ayam BCA, Crepes 88, Bakso Blitar, Soto Betawi dan lain-lain, serta truk-truk makanan (food Truck) yang menawarkan aneka pilihan makanan. 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Desember 2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 7,39 triliun atau tumbuh sekitar 169%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai Rp 5,65 triliun atau tumbuh sampai dengan 193.1%, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 4,92 triliun atau meningkat sampai 164.4%, khusus untuk penyaluran kredit  pensiunan sebesar Rp 2,74 triliun dengan persentase 217.53%,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 50,67 miliar atau naik sampai dengan 125.78% dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mandiri Taspen Pos mempunyai jaringan kantor sebanyak 126 kantor tersebar di seluruh Indonesia.

Jan
Siaran Pers Bank Mantap Resmikan Kantor Cabang Surakarta
Siaran Pers Bank Mantap Resmikan Kantor Cabang Surakarta

Surakarta – Bank Mandiri Taspen Pos atau yang akrab disebut Bank Mantap mulai merealisasikan rencana penambahan kantor cabang baru di awal tahun 2017 ini. Dari 66 kantor cabang baru yang rencana dibuka pada tahun 2017, Bank Mantap Kantor Cabang (KC) Surakarta, Jawa Tengah mengawali rangkaian perluasan layanan bank yang concern terhadap pengelolaan dana pensiun ini. Bank Mantap KC Surakarta sendiri diresmikan pada tanggal 5 Januari 2017 dan resmi menjadi kantor cabang keempat yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Bank Mantap KC Surakarta merupakan kantor cabang ke-35 atau ke-120 dari seluruh kantor (KC, KCP dan KK) yang merupakan bagian dari perluasan layanan dan akses perbankan 2016 yang berbarengan dengan kantor cabang Manado dan Pekanbaru. Hingga akhir 2017 mendatang, Bank Mantap ditargetkan akan memiliki 185 kantor cabang di seluruh Indonesia, dengan minimal satu kantor cabang di setiap provinsi. Menurut Kepala Cabang Surakarta Bank Mantap Dedy Nurcahya "pelayanan maksimal terhadap nasabah salah satunya dilakukan dengan makin mendekatkan kantor layanan kepada para nasabah". Dalam hal ini perluasan kantor cabang sehingga makin mudah dijangkau oleh nasabah. “ “Kami ingin terus meningkatkan peran aktif dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat umumnya dan pensiunan PNS serta TNI/Polri khususnya, Pembukaan kantor cabang baru ini diharapkan dapat mendukung keinginan tersebut, sehingga Bank Mantap dapat tetap tumbuh bersama masyarakat,” terang Dedy, Senin (16/1) kemarin.

Terlebih, lanjut Dedy, baru-baru ini Bank Mantap telah menjalin kerjasama dengan PT ASABRI untuk mengelola dana pensiun kalangan TNI/POLRI. Karena itu, ketersediaan layanan perbankan terhadap nasabah pun perlu ditingkatkan melalui ketersediaan kantor cabang dan sarana pendukung lainnya seperti ATM. “Bank Mantap ingin memantapkan posisinya sebagai bank yang fokus pada pelayanan dana pensiun. Karena itu pelayanan prima terhadap kalangan pensiun harus terus kita tingkatkan dengan memberikan kemudahann-kemudahan pada mereka dalam bertransaki,” tandas Dedy.

Dec
Bank Mantap Selenggarakan Ladies Gathering, Pengenalan Produk Perbankan dan Tips Berbusana
Bank Mantap Selenggarakan Ladies Gathering, Pengenalan Produk Perbankan dan Tips Berbusana

Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) menyelenggarakan ladies gathering pada Jumat (18/12) di kantor baru Bank Mantap, Teuku Umar. Pada acara tersebut dihadiri calon-calon nasabah Bank Mantap, membicarakan tentang tips berbusana yang baik dengan menghadirkan pembicara dari desainer muda, AA Istri sari Dewi.

 

Direktur Bank Mantap, Ida Ayu Kade Karuni mengatakan, kegiatan ladies gathering membicarakan tentang fashion, memberikan pemahaman tentang fashion, dan tips berbusana yang baik, karena fashion tidak hanya untuk remaja dan para gadis tapi juga untuk para ibu. “Bagaimana nanti para nasabah dapat berbusana sesuai dengan situasi dan kondisi karena kita juga ingin memberikan nasabah kita pemahaman berbusana, tren berbusana,” paparnya.

 

Tujuan kegiatan ini, selain untuk memperkenalkan Bank Mantap dan kantor baru yang lebih presentatif dari kantor lain, pihaknya juga ingin meng-grab segmen-segmen tertentu terutama nasabah dana. “Mungkin lebih nyaman kita layani disini (Bank Mantap Teuku Umar), kalau untuk yang prioritas dana,” ujarnya.

 

Sementara untuk nasabah pensiunan, pihaknya mulai me-lay out tempat, seperti membuat ruang kesehatan, ruang pemeriksaan, dan mengatur tempat duduk yang sesuai untuk pensiunan. “Ternyata respon berdirinya Bank Mantap luar biasa terutama pensiunan,” ujarnya. 

 

Sebetulnya, semua aktivitas perbankan dapat dilayani di Bank Mantap Teuku Umar, namun pada lantai 1 pihaknya lebih memprioritaskan untuk nasabah dana, sedangkan pada lantai 2 semua bisa dilayani seperti pensiunan, kredit, dll.

 

Bank Mantap memprioritaskan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terutama bagi nasabah dana, kredit. “Jadi kita buat kegiatan ini untuk memberikan kenyamanan lebih untuk nasabah, jadi ucapan terima kasih kepada nasabah,” ujarnya. 

 

Saat ini Bank Mantap telah membuka 16 kantor di tahun 2015, tidak hanya di Bali namun juga di luar Bali sampai di Jabodetabek, Medan, Makasar, dll. 

Selain itu, Bank Mantap juga berusaha memberikan pelayanan dengan memberikan fasilitas kantor yang presentatif seiring dengan adanya perubahan branding agar nasabah merasa nyaman dan betah. Dengan begitu, ia berharap, orang-orang Bali dapat menempatkan dananya di Bank Mantap. Menurutnya, dari sisi pemilihan tempat, pemilihan kedekatan, Bank Mantap hampir telah hadir di semua kabupaten dan kecamatan.

 

Ke depan pihaknya sudah mulai memperhatikan tatanan kantor, tempat, fasilitas agar dapat memberikan pelayanan yang berbeda dengan ciri khas tertentu.  Selain memberikan informasi tentang fashion pada nasabah, pihak Bank Mantap juga memperkenalkan produk-produk perbankan seperti tabungan, giro, dll. (kmb42)