info mantap
Dec
Risalah RUPS Luar Biasa Tahun 2018
Risalah RUPS Luar Biasa Tahun 2018

Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Taspen yang diselenggarakan hari Jumat, 30 November 2018 bertempat di Movenpick Resort – Jimbaran, Bali, sebagai berikut:

KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT BANK MANDIRI TASPEN:

  1. Agenda I:   Persetujuan Perubahan Komposisi Pemegang Saham Sehubungan Dengan Pengalihan Sebagian Saham Perseroan Milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kepada PT Taspen (Persero).

       Keputusan:

  1. Menyetujui pengalihan 114.292.502 (seratus empat belas juta dua ratus sembilan puluh dua ribu lima ratus dua) saham yang mewakili 8,39% (delapan koma tiga sembilan persen) dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan milik Bank Mandiri kepada Taspen (“Pengalihan Saham”) yang akan berlaku efektif setelah terpenuhinya seluruh kondisi prasyarat dalam PPJB, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Pengalihan Saham serta berlaku efektifnya Pengalihan Saham tersebut sebagaimana tercantum pada Akta Jual Beli Saham (“Tanggal Efektif Pengalihan Saham”).
  2. Menyetujui perubahan komposisi Pemegang Saham Perseroan setelah Tanggal Efektif Pengalihan Saham menjadi sebagai berikut:
  1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 695.363.368 (enam ratus sembilan puluh lima juta tiga ratus enam puluh tiga ribu tiga ratus enam puluh delapan) saham dengan nominal seluruhnya  Rp347.681.684.000,- (tiga ratus empat puluh tujuh miliar enam ratus delapan puluh satu juta enam ratus delapan puluh empat ribu rupiah) yang mewakili 51,05% (lima puluh satu koma nol lima persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT. Taspen (Persero) memiliki 659.141.370 (enam ratus lima puluh sembilan juta seratus empat puluh satu ribu tiga ratus tujuh puluh) saham dengan nominal seluruhnya Rp329.570.685.000,- (tiga ratus dua puluh sembilan miliar lima ratus tujuh puluh juta enam ratus delapan puluh lima ribu rupiah) yang mewakili 48,39% (empat puluh delapan koma tiga sembilan persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nominal seluruhnya Rp 3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0.56% (nol koma lima enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  1. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait Pengalihan Saham tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Pertama ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai Pengalihan Saham ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  1. Agenda II:  Persetujuan Penambahan Modal Dasar, Modal Ditempatkan Dan Modal Disetor Perseroan Dengan Pengeluaran Saham Baru Yang Akan Diambil Bagian Oleh Pemegang Saham Perseroan .

      Keputusan:

  1. Menyetujui perubahan Modal Dasar Perseroan yang semula sebanyak 362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, dengan nilai nominal seluruhnya Rp68061.085.000 (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) menjadi sebanyak 503.405.018 (satu miliar lima ratus tiga juta empat ratus lima ribu delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp75702.509.000 (tujuh ratus lima puluh satu miliar tujuh ratus dua juta lima ratus sembilan ribu rupiah).
  2. Menyetujui perubahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan yang semula sebanyak 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, dengan nilai nominal seluruhnya Rp681.061.085.000 (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) menjadi 1.502.614.918 (satu miliar lima ratus dua juta enam ratus empat belas ribu sembilan ratus delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp751.307.459.000,- (tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).
  3. Menyetujui pengeluaran saham baru oleh Perseroan sebanyak 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham dengan harga penyetoran Rp539,- (tiga ribu lima ratus tiga puluh sembilan Rupiah) per saham yang akan diambil bagian dan disetor oleh pemegang saham Perseroan yakni Bank Mandiri danTaspen sesuai dengan persentase kepemilikan saham mereka di Perseroan setelah efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Pertama, dengan rincian yang disebutkan di bawah ini, setelah terpenuhinya seluruh persyaratan terkait pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta penyetorannya oleh Bank Mandiri dan Taspen, sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan, Bank Mandiri, dan Taspen:
  1. Bank Mandiri mengambil bagian sejumlah 72.124.893 (tujuh puluh dua juta seratus dua puluh empat ribu delapan ratus sembilan puluh tiga) saham; dan
  2. Taspen mengambil bagian sejumlah 68.367.855 (enam puluh delapan juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu delapan ratus lima puluh lima) saham.
  1. Pelaksanaan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor serta pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta pengambilan bagian dan penyetoran atas saham baru tersebut oleh pemegang saham Perseroan sebagaimana dimaksud pada keputusan-keputusan di atas akan dicatatkan sebagai berikut
  1. Penambahan saham baru sejumlah 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham dengan nilai nominal keseluruhan sebesar Rp70.246.374.000 (tujuh puluh miliar dua ratus empat puluh enam juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) masing masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah), dicatatkan sebagai penambahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan, sehingga setelah penambahan Saham Baru tersebut Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan menjadi sebesar Rp751.307.459.000,- (tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).
  2. Sebesar Rp426.957.461.172,- (empat ratus dua puluh enam miliar sembilan ratus lima puluh tujuh juta empat ratus enam puluh satu ribu seratus tujuh puluh dua rupiah) yang merupakan saham baru yang diterbitkan dan diambil bagian oleh Pemegang Saham Perseroan dikali selisih harga antara harga pari saham sebesar Rp500,- (lima ratus rupiah) per saham dengan harga pasar Rp3.539,- (tiga ribu lima ratus tiga puluh sembilan rupiah) per saham akan dicatatkan sebagai agio saham.
  1. Bagian saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sejumlah 790.100 (tujuh ratus sembilan puluh ribu seratus) saham disimpan dalam simpanan/portepel dan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan pada waktu dan dengan cara, harga dan persyaratan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan lainnya yang berlaku.
  2. Penyetoran modal oleh Bank Mandiri dan Taspen atas pengambilan bagian saham baru yang dikeluarkan oleh Perseroan sebagaimana dimaksud pada keputusan No.3 (tiga) agenda Rapat ini dilaksanakan secara tunai dan sekaligus sesuai waktu yang akan ditetapkan oleh Direksi Perseroan, dan dinyatakan efektif setelah terpenuhinya seluruh persyaratan terkait pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta penyetorannya oleh Bank Mandiri dan Taspen, sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan, Bank Mandiri, dan Taspen dimana pelaksanaan penyetoran modal tersebut harus dilaporkan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris Perseroan, termasuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
  3. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak subtitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan persetujuan Agenda Kedua Rapat ini serta pelaksanaannya
  4. Seluruh keputusan pada Agenda Kedua Rapat akan berlaku efektif setelah pelaksanaan keputusan pada Agenda Pertama Rapat berlaku efektif.

 

  1. Agenda III:  Persetujuan Perubahan Komposisi Pemegang Saham Perseroan Sehubungan Dengan Pengambilan Bagian Saham Baru Oleh Pemegang Saham Perseroan.

      Keputusan:

  1. Dengan berlaku efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Kedua, menyetujui perubahan komposisi pemegang saham Perseroan sehubungan dengan pengambilan bagian saham baru yang diterbitkan Perseroan sejumlah 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham yang diambil bagian oleh Bank Mandiri dan Taspen, sehingga komposisi pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut.
    1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 767.488.261 (tujuh ratus enam puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus enam puluh satu) saham dengan nominal seluruhnya Rp383.744.130.500,- (tiga ratus delapan puluh tiga miliar tujuh ratus empat puluh empat juta seratus tiga puluh ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 51,077% (lima puluh satu koma nol tujuh tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
    2. PT. Taspen (Persero) memiliki 727.509.225 (tujuh ratus dua puluh tujuh juta lima ratus sembilan ribu dua ratus dua puluh lima) saham dengan nominal seluruhnya Rp363.754.612.500,- (tiga ratus enam puluh tiga miliar tujuh ratus lima puluh empat juta enam ratus dua belas ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 48,416% (empat puluh delapan koma empat satu enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
    3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nominal seluruhnya Rp3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0,507% (nol koma lima nol tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait rencana penerbitan saham tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Ketiga ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai penerbitan saham ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

  1. Agenda IV:   Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan .

      Keputusan:

  1. Menyetujui mengubah pasal 4 ayat 1 dan 2 serta rincian dan nominal saham yang disebutkan pada bagian akhir Anggaran Dasar Perseroan, serta menambah 1 ayat menjadi Pasal 4 ayat 3  sehingga menjadi sebagai berikut :

Semula  :

MODAL

Pasal 4

     

Pasal 4 ayat 1    :

Modal Dasar Perseroan berjumlah Rp681.061.085.000,- (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) terbagi atas 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, masing-masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah).

 

Pasal 4 Ayat 2   :

Dari  Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 100 % (seratus persen) atau sejumlah 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp681.061.085.000,- (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah)

 

Diubah menjadi   :

MODAL

Pasal 4

Pasal 4 ayat 1    :

Modal Dasar Perseroan berjumlah 751.702.509.000 (tujuh ratus lima puluh satu miliar tujuh ratus dua juta lima ratus sembilan ribu rupiah) terbagi atas 1.503.405.018 (satu miliar lima ratus tiga juta empat ratus lima ribu delapan belas ) saham, masing-masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah).

 

Pasal 4 Ayat 2   :

Dari  Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 99,95 % (sembilan puluh sembilan koma Sembilan lima persen) atau sejumlah 1.502.614.918 (satu miliar lima ratus dua juta enam ratus empat belas ribu sembilan ratus delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp751.307.459.000,-(tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).     

 

Pasal 4 Ayat 3:

Bagian saham yang belum dikeluarkan oleh Perseroan sejumlah 790.100 (tujuh ratus Sembilan puluh ribu seratus) saham disimpan dalam Simpanan/Portepel dan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan pada waktu dan dengan cara, harga dan persyaratan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan lainnya yang berlaku

Pada bagian akhir Anggaran Dasar menjadi sebagai berikut :

Semula :

Akhirnya, para penghadap masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa :

Modal ditempatkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 telah diambil bagian dan disetor penuh dengan uang tunai melalui kas Perseroan, oleh Para Pemegang saham.

  1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 809.655.870 (delapan ratus sembilan juta enam ratus lima puluh lima ribu delapan ratus tujuh puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp404.827.935.000,- (empat ratus empat miliar delapan ratus dua puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh lima ribu rupiah) yang mewakili 59,44% (lima puluh sembilan koma empat empat persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT. Taspen (Persero) memiliki 544.848.868 (lima ratus empat puluh empat juta delapan ratus empat puluh delapan ribu delapan ratus enam puluh delapan) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp272.424.434.000 (dua ratus tujuh puluh dua miliar empat ratus dua puluh empat juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah) yang mewakili 40.00% (empat puluh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.808.716.000,- (tiga milyar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0,56% (nol koma lima enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.

Diubah Menjadi:

Akhirnya, para penghadap masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa :

Modal ditempatkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 telah diambil bagian dan disetor penuh dengan uang tunai melalui kas Perseroan, oleh Para Pemegang saham :

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 767.488.261 (tujuh ratus enam puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus enam puluh satu) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp383.744.130.500 (tiga ratus delapan puluh tiga miliar tujuh ratus empat puluh empat juta seratus tiga puluh ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 51,077% (lima puluh satu koma nol tujuh tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT Taspen (Persero) memiliki 727.509.225 (tujuh ratus dua puluh tujuh juta lima ratus sembilan ribu dua ratus dua puluh lima) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp363.754.612.500,- (tiga ratus enam puluh tiga miliar tujuh ratus lima puluh empat juta enam ratus dua belas ribu lima ratus rupiah) yang mewakili  48,416% (empat puluh delapan koma empat satu enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili  mewakili 0,507% (nol koma lima nol tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  1. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait rencana Perubahan Perubahan Anggaran Dasar tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Keempat ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai Perubahan Anggaran Dasar ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Perubahan Anggaran Dasar dimaksud dinyatakan efektif setelah berlaku efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Kedua Rapat serta setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan instansi terkait lainnya

 

Denpasar, 5 Desember 2018

PT. Bank Mandiri Taspen

TTD

Direksi

Nov
Bank Mandiri dan Taspen Suntik Modal Ke Bank Mantap
Bank Mandiri dan Taspen Suntik Modal Ke Bank Mantap

Jimbaran, 30 November 2018 – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) telah secara resmi mendapatkan suntikan dana segar Rp 500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero). Penambahan investasi tersebut merupakan komitmen dari kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memperkuat layanan pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri.

Nilai investasi yang dikucurkan oleh Bank Mandiri sebesar Rp 255 Miliar dan Taspen sebesar Rp 242 Miliar yang bertujuan mendorong Bank Mantap dalam meningkatkan akses jaringan layanan perbankan dan meningkatkan kemampuan dalam menciptakan produk baru agar dapat melayani pensiunan ASN dan TNI/Polri dengan lebih baik.

Direktur Utama Josephus K. Triprakoso menjelaskan dalam penyertaan modal tersebut juga terjadi perubahaan komposisi saham, yang sebelumnya saham Bank Mandiri di Bank Mantap sebesar 59,44 persen terdilusi menjadi 51,05 persen oleh saham Taspen di Bank Mantap yang sebelumnya 40 persen meningkat menjadi 48,39 persen, sisa saham masih dipegang oleh minoritas. 

“Suntikan modal tersebut merupakan indikator bahwa perusahan induk percaya terhadap kinerja dan layanan Bank Mantap, suntikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) pada Oktober 2018 ini diangka 19,83 persen dan dalam rangka penambahan jumlah 136 jaringan kantor pada tahun 2019” ungkap Jos.

Perubahan komposisi saham tersebut disetujui dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2018 dan dengan perubahan komposisi pemegang saham tersebut, Bank Mandiri tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan Taspen sebagai pemegang saham pengendali sesuai Undang–Undang Perseroan Terbatas.

“Penyertaan modal ini akan berlaku efektif dapat digunakan oleh Bank Mantap setelah ketentuan dan syarat-syarat dari otoritas yang berwenang yaitu Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpenuhi” tutup Jos.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Oktober 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp18,56 triliun atau tumbuh sekitar 45,8 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 14,02 triliun atau tumbuh sampai dengan 60,5 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 14,76 triliun atau meningkat sampai 53,5 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 13,20 triliun dengan persentase tumbuh 75,7 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 290,6 miliar atau naik sampai dengan 132,1 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

Dewan Komisaris : 
1.  Komisaris Utama                : Abdul Rachman
2.  Komisaris                            : Agus Haryanto
3.  Komisaris Independen        : Edhi Chrystanto
4.  Komisaris Independen        : Sukoriyanto Saputro
5.  Komisaris Independen        : Zudan Arif Fakrulloh
 Direksi :
1. Direktur Utama                     : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur                                 : Paulus E. Suyatna
3. Direktur                                 : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur                                 : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto
Corporate Secretary & Legal
PT Bank Mandiri Taspen

Nov
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan Bagi Para Pelajar di Kupang
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan Bagi Para Pelajar di Kupang

Kupang, 23 November 2018 – Dalam rangka menjalankan program literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Pusat menyelenggarakan Edukasi Perbankan Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Kepada Masyarakat. Bertempat di SMK Negeri 1 Kupang, dengan mengambil tema Edukasi Perbankan & Literasi Keuangan “Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan”.

Acara edukasi perbankan dibuka oleh Jonathan Luther Mboeik selaku Kepala Cabang Bank Mantap Kupang yang dalam sambutannya mengatakan pada tahun 2018 sasaran program edukasi tersebut adalah para pensiunan PNS yang tergabung dalam komunitas PWRI dan pensiunan TNI/POLRI yang tergabung dalam komunitas PEPABRI. Namun kegiatan edukasi di Kupang ini menghadirkan 200 peserta yang terdiri dari para pelajar dan guru SMKN 1 Kupang. Edukasi ini dioptimalisasikan kepada para pelajar agar dapat mengenal tentang produk perbankan dan peningkatan pengetahuan serta pemahaman terhadap lembaga produk dan layanan jasa keuangan.

“Edukasi perbankan tersebut bertujuan dalam rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) dan menginformasikan fitur dasar produk serta layanan jasa keuangan, termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk Bank yang dibutuhkan pensiunan untuk selalu produktif dan aktif sesuai dengan visi misi perseroan” ujar Jo.
Jo menambahkan, edukasi yang diadakan di Kupang merupakan bagian dari road show di beberapa kota besar di Indonesia yang sebelumnya diadakan di kota Makassar dan Denpasar dan penyelenggaraan edukasi perbankan ini dilakukan secara rutin yang merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

“Dalam bagian rangkaian acara ini, kami juga menyerahkan bantuan berupa peralatan olahraga untuk menunjang kreativitias dan juga mensupport kegiatan para siswa/siswi di bidang olahraga untuk membanggakan sekolah.


Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan September 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp17,84 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 13,52 triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp14,31 triliun atau meningkat sampai 56,4 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,72 triliun dengan persentase tumbuh 82 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 259,5 miliar atau naiksampai dengan 135,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

Dewan Komisaris :
1. Komisaris Utama : Abdul Rachman
2. Komisaris : Agus Haryanto
3. Komisaris Independen : Edhi Chrystanto
4. Komisaris Independen : Sukoriyanto Saputro
5. Komisaris Independen : Zudan Arif Fakrulloh

Direksi :
1. Direktur Utama : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur : Paulus E. Suyatna
3. Direktur : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank MandiriTaspen

Okt
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan dan Mantap Berbagi Bagi Pensiunan
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan dan Mantap Berbagi Bagi Pensiunan

Denpasar, 19 Oktober 2018 – Dalam rangka menjalankan program literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Pusat menyelenggarakan Edukasi Perbankan Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Kepada Masyarakat. Bertempat di Auditorium RRI Denpasar, dengan mengambil tema Edukasi Perbankan & Literasi Keuangan “Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan”.Acara edukasi perbankan dibuka oleh Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi, yang dalam sambutannya mengatakan pada tahun 2018 sasaran program edukasi tersebut adalah para pensiunan PNS yang tergabung dalam komunitas PWRI dan pensiunan TNI/POLRI yang tergabung dalam komunitas PEPABRI.

“Edukasi perbankan tersebut bertujuan dalam rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) dan menginformasikan fitur dasar produk serta layanan jasa keuangan, termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk Bank yang dibutuhkan pensiunan untuk selalu produktif dan aktif sesuai dengan visi misi perseroan” ujar Nurkholis.

Nurkholis menambahkan, edukasi yang diadakan di Denpasar merupakan bagian dari road show di beberapa kota besar di Indonesia yang sebelumnya diadakan di kota Makassar dan penyelenggaraan edukasi perbankan ini dilakukan secara rutin yang merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

“Dalam bagian rangkaian acara ini, kami juga menyelengarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu Mantap Berbagi dengan memberikan 150 unit sembako dan uang saku kepada para masyarakat yang hadir dalam acara. Tujuan CSR tersebut merupakan bhakti kami kepada masyarakat dan wujud syukur atas perkembangan bisnis perseroan” tutup Nurkholis.

 

Tentang Bank MandiriTaspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.
 

Sampai denganbulan September 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp17,84 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 13,52 triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp14,31 triliun atau meningkat sampai 56,4 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,72 triliun dengan persentase tumbuh 82 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 259,5 miliar atau naik
sampai dengan 135,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

 

Dewan Komisaris : 

1.  Komisaris Utama                : Abdul Rachman

2.  Komisaris                            : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen        : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen        : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen        : Zudan Arif Fakrulloh

 

Direksi :

1. Direktur Utama                     : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur                                 : Paulus E. Suyatna

3. Direktur                                 : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur                                 : Iwan Soeroto

 

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Okt
Pacu Dana Pihak Ketiga Bank Mantap Perkuat Program Tabungan
Pacu Dana Pihak Ketiga Bank Mantap Perkuat Program Tabungan

Denpasar, 17 Oktober 2018 – Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terus mengembangkan produk dan program guna memacu pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya disegmen tabungan, salah satunya yaitu program hadiah langsung tabungan siMantap tentukan hadiahmu.

Adapun, per September 2018 saat program ini dijalankan, Bank Mantap menghimpun DPK senilai Rp 13,73 triliun dengan komposisi deposito Rp 10,88 triliun yang tercatat tumbuh 51,66 persen secara year on year (yoy) dan tabungan senilai Rp 2,58 triliun yang naik 71,22 persen secara yoy.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan, program tabungan berhadiah ini merupakan penyempurnaan dari program hadiah siMantap berhadiah. Penyempurnaan tersebut menyesuaikan dengan lifestyledan kebutuhan masyarakatpada jaman now.

“Dalam program program hadiah langsung tabungan siMantap tentukan hadiahmu, nasabah dapat memilih sendiri hadiah apapun yang diinginkan, seperti salah satu nasabah kami Ni Wayan Ersi yang memilih hadiah All New Kijang Innova G MT 2.0 yang kami serahkan hadiahnya pada hari ini” ujar jos.

Josephus menambahkan, hingga kini perseroan memiliki 190 ribu nasabah penabung diseluruh Indonesia, melalui program ini kami harapkan jumlah nasabah tersebut tumbuh pada akhir tahun serta dalam rangka meningkatkan wawasan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan September 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 17,84 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai Rp 13,52 triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 14,31 triliun atau meningkat sampai 56,4 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,72 triliun dengan persentase tumbuh 82 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 259,5 miliar atau naik sampai dengan 135,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

Dewan Komisaris :     

1.  Komisaris Utama                  : Abdul Rachman

2.  Komisaris                              : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen          : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen          : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen          : Zudan Arif Fakrulloh

Direksi :

1. Direktur Utama                  : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur                             : Paulus E. Suyatna

3. Direktur                             : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur                             : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen
 

 

Sep
Tingkatkan Literasi Keuangan Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan
Tingkatkan Literasi Keuangan Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan

Makassar, 28 September 2018 - dalam rangka menjalankan program literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Cabang Makassar menyelenggarakan Edukasi Perbankan Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Kepada Masyarakat. Bertempat di Hotel Best Western Plus Makassar Beach, dengan mengambil tema Edukasi Perbankan & Literasi Keuangan “Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan” dengan dihadiri oleh seratus orang  pensiunan PNS dan TNI/POLRI beserta Komunitas PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) kota Makassar.

 

Acara edukasi perbankan dibuka oleh Paulus Endra Suyatna selaku Direktur Compliance & Risk Bank Mantap, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa penyelenggaraan edukasi perbankan ini dilakukan secara rutin dan merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang ada di Indonesia termasuk Bank Mantap untuk menginformasikan fitur dasar produk dan layanan jasa keuangan termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk Bank. Untuk tahun 2018 ini program sasaran edukasi adalah para pensiunan PNS dan TNI/POLRI dalam rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI).

 

Selain itu, Bank Mantap juga memiliki program pelatihan Wirausaha Mantap Sejahtera yang terdapat berbagai jenis-jenis pelatihan bagi para pensiunan diantaranya yang paling diminati adalah Hidroponik. Harapan Bank Mantap mengadakan edukasi ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dengan memberikan pengetahuan program-program perbankan, sehingga masyarakat dapat lebih cerdas dan mandiri dari segi finasial termasuk dalam pengelolaan keuangan lebih baik serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga” tutur Paulus Endra Suyatna.

 

Azikin selaku perwakilan dari nasabah pensiunan Bank Mantap, dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima kasih atas penyelenggaraan program edukasi ini, harapannya dengan edukasi dari Bank Mantap, para pensiunan sangat berterima kasih sekali karena dapat mendapatkan pengetahuan produk-produk bank seperti apa, apa keuntungan yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan produk bank dan dimana bisa mendapatkan produk bank tersebut.

 

Acara edukasi perbankan yang diselenggarakan oleh Bank Mantap, dipandu oleh Komunitas Stand Up Comedy Makassar “Patri & Yayat”, beragam pertanyaan diajukan oleh peserta salah satunya dari Bapak Azikin yang menanyakan kapan ATM bisa diterbitkan untuk para pensiunan yang ditanggapi oleh Yazir bahwa saat ini rekening tabungan pensiun sudah di bundling dengan kartu ATM. Dalam kegiatan edukasi, Bank Mantap juga memberikan pemeriksaan gratis kepada para peserta bekerjasama dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk, menghadirkan 3 (tiga) tenaga pemeriksa kesehatan, peserta dapat melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol dan lainnya.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Agustus 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 17,322 triliun atau tumbuh sekitar 44,29 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai Rp 13,075 triliun atau tumbuh sampai dengan 60,98 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 13,884 triliun atau meningkat sampai 61,60 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,262 triliun dengan persentase tumbuh 92,3 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 226,35 miliar atau naik sampai dengan 140,58 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 200 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

 

Dewan Komisaris : 

1.  Komisaris Utama                : Abdul Rachman

2.  Komisaris                            : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen        : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen        : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen        : Zudan Arif Fakrulloh *)

 

Direksi :

1. Direktur Utama                     : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur                                 : Paulus E. Suyatna

3. Direktur                                 : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur                                 : Iwan Soeroto

 

*) Efektif setelah fit & proper oleh OJK

 

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen