info mantap
Mar
Risalah RUPST Tahun Buku 2018
Risalah RUPST Tahun Buku 2018

Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2018 PT Bank Mandiri Taspen yang diselenggarakan hari Jumat, 15 Maret 2019 bertempat di Padma Resort Hotel Legian - Bali, sebagai berikut:

 

KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2018 PT BANK MANDIRI TASPEN:

 

I. Agenda I :  Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 termasuk memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) terhadap seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, sepanjang aktivitas tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan.

 

Keputusan :

a.  Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member _rm of Ernst & YoungGlobal Limited),dengan opini “Wajar Dalam Semua Hal Yang Material” sebagaimanadinyatakan dalam laporan Nomor: 00067/2.1032/AU.1/07/ 1008-2/1/I/2019 tanggal 17 Januari 2019.

b. Dengan disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 serta disahkannya Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, maka Rapat memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) terhadap seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris sehubungan dengan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan, selama tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

c. Pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) juga diberikan kepada :

  1. Bapak I Wayan Deko Ardjana yang menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tanggal 1 Januari 2018 sampai dengan tanggal 19 Maret 2018.
  2. Ibu Ida Ayu Kade Karuni yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tanggal 1 Januari 2018 sampai dengan tanggal 19 Maret 2018.
  3. Bapak Muhamad Gumilang yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tanggal 1 Januari 2018 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2018.

 

II. Agenda II: Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

 

Keputusan :

Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun BUKU 2018 sebesar Rp.333.471.494.538,-(tiga ratus tiga puluh tiga miliar empat ratus tujuh puluh satu juta empat ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus tiga puluh delapan rupiah) yaitu sebagai berikut :

a. Sejumlah 30.00% dari Laba Bersih Perseroan atau sebesar Rp.100.041.448.361 (serratus miliar empat puluh satu juta empat ratus empat puluh delapan ribu tiga ratus enam puluh satu rupiah) dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pelaksanaan pembagian dividen tunai tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Sejumlah 1,50% dari Laba Bersih Perseroan atau sebesar Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) disisihkan sebagai dana cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

c.  Sejumlah 29,99% dari laba bersih Perseroan atau sebesar Rp.100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah) ditetapkan sebagai cadangan lainnya untuk perluasan usaha.

d. Sejumlah 38,51% dari Laba Bersih Perseroan atau sebesar Rp.128.430.046.177 (serrtus dua puluh delapan miliar empat ratus tiga puluh juta empat puluh enam ribu seratus tujuh puluh tujuh rupiah) ditetapkan sebagai laba ditahan.

 

III. Agenda III : Persetujuan Penunjukan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan penetapan Biaya/Honorariumnya.

 

Keputusan

a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja, A Member Firm of Ernst & Young (EY) Global Limited dan Akuntan Publik (AP) Danil Setiadi Handaja untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwanto, Sungkoro & Surja dan/atau Akuntan Publik Danil Setiadi Handaja, karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan proses audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

 

IV. Agenda IV : Penetapan gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Dewan Komisaris dan pemberian fasilitas, bene_t dan/atau tunjangan lainnya untuk tahun BUKU 2019 serta penetapan tantiem bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun BUKU yang berakhir pada 31 Desember 2018.

 

Keputusan :

Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham mayoritas dan diketahui oleh Pemegang Saham Pengendali lainnya untuk menetapkan :

a. Gaji anggota Direksi dan honorarium Dewan Komisaris dan pemberian fasilitas, benefit dan/atau tunjangan lainnya untuk tahun BUKU 2019.

b. Tantieme atas kinerja anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun BUKU yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

 

 

Denpasar, 19 Maret 2019

PT Bank Mandiri Taspen

ttd

Direksi

Mar
Bank Mantap Sahkan Deviden 30 Persen
Bank Mantap Sahkan Deviden 30 Persen

Kuta, 15 Maret 2019 – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 100 Miliar kepada perusahaan induk yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari perolehan laba bersih tahun 2018 yang tercatat Rp 333,4 Miliar.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan, dividen final tersebut meningkat dari tahun lalu yang dibagikan oleh perseroan sebesar 10 persen dari laba bersih. RUPST juga telah memberikan persetujuan kepada Direksi (dengan persetujuan Dewan Komisaris) untuk menetapkan dan membayar dividen final tahun buku 2018 kepada pemegang saham yang akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan perseroan yang berlaku.

“Dengan meningkatnya pembagian deviden dari tahun buku 2017 yakni Rp 16 miliar menjadi Rp 100 miliar, mengindikasikan bahwa permodalan Bank Mantap sehat dengan rasio kecukupan modal bank (CAR) sebesar 17,47 persen. Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam ekspansi bisnis ditahun 2019,” ujar Jos.

Disamping itu Josephus menambahkan, RUPST 2018 menyetujui komposisi laba bersih tahun 2018 selain untuk deviden 30 persen, yaitu cadangan wajib sebesar 1,50 persen atau senilai Rp 5 miliar, cadangan lainnya sebesar 29,99 persen atau senilai Rp 100 miliar salah satunya dipersiapkan untuk pembentukan Unit Usaha Syariah Bank Mantap, serta komposisi laba ditahan sebesar 38,51 persen dengan nilai nominal Rp 128,43 miliar.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Februari 2019 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 20,86 triliun atau tumbuh sekitar 38,3 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 15,18 triliun atau tumbuh sampai dengan 38,9 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 16,33 triliun atau meningkat sampai 42,1 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,86 triliun dengan persentase tumbuh 54,7 persen,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 64,2 miliar atau naik sampai dengan 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1.  Komisaris Utama          : Abdul Rachman

2.  Komisaris                     : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen  : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen  : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen  : Zudan Arif Fakrulloh

Direksi :

1. Direktur Utama    : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur               : Paulus E. Suyatna

3. Direktur               : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur               : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Mar
Perkuat Segmen KPR Bank Mandiri Taspen Gandeng Bank Mandiri
Perkuat Segmen KPR Bank Mandiri Taspen Gandeng Bank Mandiri

Jakarta, 13 Maret 2019 – Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terus memperluas akses pembiayaan agar semakin banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri dari aktif hingga pensiun mendapatkan rumah pribadi. Untuk itu, Bank Mantap bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) guna penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kerjasama KPR tersebut ditandatangani oleh Direktur Bisnis Bank Mantap Nurkholis Wahyudi dan Executive Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo yang disaksikan oleh Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso di Menara Mandiri I, Jakarta, Rabu (13/3).

Menurut Nurkholis, dalam optimalisasi manfaat pembiayaan KPR untuk PNS dan TNI/Polri, Bank Mantap bekerjasama dengan Bank Mandiri membuat produk KPR Combo yang bertujuan untuk memberikan Pembiayaan kepemilikan rumah atau rumah susun/apartemen kepada Calon Debitur dengan tenor 20 tahun dari pegawai aktif sampai dengan melewati usia pensiun atau maksimum sampai dengan Calon Debitur berusia 65 (enam puluh lima) tahun.

“Para debitur ketika aktif pada umur sekitar 40 tahun sudah dapat mengambil KPR di Bank Mandiri dan ketika pensiun dari kedinasan pembiayaan tersebut dialihkan ke Bank Mantap, diharapkan dengan produk ini tenor semakin panjang dan plafond hingga Rp 1 Miliar yang diambil, sehingga para calon mendapatkan pilihan mengambil rumah semakin banyak,” ujar Nurkholis.

Nurkholis menambahkan, kerjasama ini merupakan bentuk sinergi antara perusahaan induk dan perusahaan anak dalam optimalisasi pengelolaan portofolio khusus di segmen KPR khususnya bagi PNS dan TNI/Polri yang berpayroll di Bank Mandiri pada saat aktif dan payroll tersebut dialihkan ke Bank Mantap pada saat pensiun.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Februari 2019 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 20,86 triliun atau tumbuh sekitar 38,3 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 15,18 triliun atau tumbuh sampai dengan 38,9 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 16,33 triliun atau meningkat sampai 42,1 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,86 triliun dengan persentase tumbuh 54,7 persen,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 64,2 miliar atau naik sampai dengan 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1.  Komisaris Utama           : Abdul Rachman

2.  Komisaris                      : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen  : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen  : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen  : Zudan Arif Fakrulloh

 

Direksi :

1. Direktur Utama    : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur               : Paulus E. Suyatna

3. Direktur               : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur               : Iwan Soeroto

 

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Mar
Bank Mandiri Taspen Resmikan Kantor Pusat Jakarta dan Mantap Mobile
Bank Mandiri Taspen Resmikan Kantor Pusat Jakarta dan Mantap Mobile

Jakarta, 11 Maret 2019 – Dalam rangka mengembangkan menjadi Bank Nasional, Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memindahkan Kantor Pusat yang semula berada di Denpasar ke Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuisisi bisnis, brand awareness serta kinerja perseroan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Direktur Utama Josephus K. Triprakoso mengatakan bahwa Kantor Pusat Bank Mantap yang diberi nama Graha Mantap ini berlokasi di Jalan Cikini Raya No.42 Jakarta Pusat berada di  posisi yang cukup  strategis, sehingga dapat memudahkan jarak untuk bekoordinasi dengan Perusahaan Induk yaitu Bank Mandiri dan Taspen, regulator serta Stakeholders.

“Dengan kepindahan Kantor Pusat di Jakarta, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan dapat menekan Operating Expenditure (OPEX) serta Biaya Operasional & Pendapatan Operasional (BOPO) yang cukup tinggi selama berdomisili Denpasar, mengingat Bank Mantap saat ini merupakan Bank  dengan skala nasional

Dengan jaringan Kantor berjumlah 274 kantor di 34 Provinsi,” ujar Jos, Senin (11/3/19).

Disaat yang sama Josephus mengatakan, Bank Mantap meresmikan layanan digital Mantap Mobile. Layanan ini merupakan bentuk adaptasi perseroan terhadap trend dan kebutuhan layanan modern. Keunggulan layanan Mantap Mobile adalah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja pensiunan berada dalam melakukan transaksi perbankan.

“Saat ini Mantap Mobile berkerjasama dengan Artajasa yang dapat bertransaksi dengan 87 institusi perbankan dan non perbankan baik nasional maupun lokal di Indonesia. Mantap Mobile saat ini hanya dapat diakses dengan menggunakan platform IOS yang dapat diunduh di App Store, untuk platform android masih dalam proses semoga dalam waktu dekat sudah dapat diakses oleh publik,” Tutur Jos.

Josephus menambahkan, saat ini nasabah Bank Mantap sekitar 10 ribu orang dan untuk aplikasi Mantap Mobile dalam tahun ini kami targetkan diunduh oleh sekitar 10 persen sampai 20 persen pengguna smartphone. Semoga layanan ini mejadi realisasi perseroan dalam terus memacu tranformasi digitalisasi layanan untuk mempermudah dan mempercepat akses nasabah.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Februari 2019 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 20,86 triliun atau tumbuh sekitar 38,3 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 15,18 triliun atau tumbuh sampai dengan 38,9 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 16,33 triliun atau meningkat sampai 42,1 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,86 triliun dengan persentase tumbuh 54,7 persen,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 64,2 miliar atau naik sampai dengan 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1.  Komisaris Utama          : Abdul Rachman

2.  Komisaris                     : Agus Haryanto

3.  Komisaris Independen  : Edhi Chrystanto

4.  Komisaris Independen  : Sukoriyanto Saputro

5.  Komisaris Independen  : Zudan Arif Fakrulloh

Direksi :

1. Direktur Utama    : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur               : Paulus E. Suyatna

3. Direktur               : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur               : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Feb
Bank Mantap Luncurkan Layanan Digital Untuk Para Nasabah
Bank Mantap Luncurkan Layanan Digital Untuk Para Nasabah

Denpasar, 24 Februari 2019–Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) meluncurkan fitur baru berupa layanan Teller dan Customer Service yaitu E-Otentikasi dan layananSmart Branch System (SBS)pada event tahunan Bank Mantap yaitu Festival Mantap Indonesia (FMI). Kedua layanan tersebut dirancang khusus dalam melayani nasabah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri.

Direktur Utama Josephus K. Triprakoso mengatakanuntuk menjadi leading pension business Bank, Bank Mantap terus memacu tranformasi digitalisasi layanan untuk mempermudah dan mempercepat akses nasabah. Dengan layanan yang baru yaitu E-Otentikasi dan SBS merupakan bentuk adaptasi perseroan terhadap trend dan kebutuhan layanan modern.

“Pada layanan E-Otentikasi merupakan solusi bagi para nasabah pensiunan PNS dan TNI/Polri yang tidak datang ke cabanguntuk proses otentikasi dengan mekanisme awal yaitu enrollmentdisetiap cabang Bank Mantap. Keunggulan layanan E-Otentikasi yaitu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja pensiunan berada, layanan ini dapat diakses dengan menggunakan gadget IOS maupun android,” ujar Josephus saat peluncuran layanan E-Otensikasi dan SBS di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Minggu (24/2).

Pada saat yang sama Direktur IT & Operations Bank Mantap Iwan Soeroto menambahan, dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, Bank Mantap secara resmi meluncurkan SBS dalam memudahkan transaksi di kantor cabang Bank Mantap.Semula layanan dicabang yang dimulai mengisi slip transfer, tarik tunai dan transaksi lainnya menggunakan kertas saat ini digantikan layanan digital SBS dengan hanya menggesek kartu ATM.

“Dengan adanya layanan SBS ini para nasabah hanya memencet tombol di screen PCtidak perlu repot mengisi slip transaksi yang berisiko salah dalam penulisan dan dapat mempercepat layanan transaksi serta efisien di kantor cabang sehingga tidak perlu antri lama. Layanan digital ini ramah lingkungan dikarenakan paperlessdan merupakan bagian bentuk dari kepedulian terhadap issue lingkungan,” kata Iwan.

Diujung peluncuran layanan, Bank Mantap melakukan sesi demofitur layanan E-Otensikasi dan SBS kepada nasabah pensiunan ASABRI yaitu I Nyoman Sudiarga dan pensiunan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) M. Nazhar Faqi didepan 3500 peserta event FMI.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Desember 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 20,94 triliun atau tumbuh sekitar53persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 15,16 triliun atau tumbuh sampai dengan 56,8 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 15,52 triliun atau meningkat sampai 47,8 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,01 triliun dengan persentase tumbuh 64,7 persen,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 333,47 miliar atau naik sampai dengan 108,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan antara lain sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama            : Abdul Rachman
2. Komisaris                       : Agus Haryanto
3. Komisaris Independen   : Edhi Chrystanto
4. Komisaris Independen   : Sukoriyanto Saputro
5. Komisaris Independen   : Zudan Arif Fakrulloh

Direksi :
1. Direktur Utama              : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur                         : Paulus E. Suyatna
3. Direktur                         : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur                         : Iwan Soeroto

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Feb
Bank Mantap memilih Empyrean Solusi APAC untuk IFRS 9
Bank Mantap memilih Empyrean Solusi APAC untuk IFRS 9

X Februari 2019 - Bank Mantap, juga dikenal sebagai PT Bank Mandiri Taspen memfokuskan bisnis mereka pada dua sektor yakni sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor pensiunan - pinjaman kepada pensiunan pegawai negeri. Bank yang menjadi pemenang berbagai penghargaan ini, menyusul induk perusahaannya PT. Bank Mandiri Tbk, telah memilih sistem IFRS 9 Empyrean Solutions APAC yang canggih yang disebut IFRS9.NXT.

Dengan solusi terpercaya dari Empyrean, Bank Mantap mampu menganalisis dan melakukan beberapa simulasi penghitungan end-to-end IFRS 9 perhitungan dalam sekejap. Platform ini juga memungkinkan bank untuk lebih menyempurnakan manajemen risiko di luar persyaratan IFRS 9.

IFRS9.NXT oleh Empyrean Soolutions APAC dikenal sebagai solusi IFRS 9 yang paling terukur dan memiliki kinerja terbaik di Indonesia dan di seluruh dunia. Sebagai satu-satunya solusi IFRS 9 yang mendukung teknologi real-time memberikan Bank Mantap keunggulan kompetitif atas pesaing mereka. Hal ini akan memungkinkan Bank Mantap untuk merespon lebih cepat terhadap perubahan ekonomi dan meminimalkan dampak terhadap bank.

“Untuk mengantisipasi risiko masa depan dan dampaknya terhadap paparan kredit secara akurat, diharapkan IFRS9 dapat menggabungkan data keuangan dan risiko yang tidak dapat diragukan untuk dirumuskan dalam menghadapi perkembangan bisnis dan peraturan dari regulator yang cukup dinamis.” Kata Fajar Aris Setiawan, CFO Bank Mantap.

“Kami bangga bisa melayani Bank Mantap dengan teknologi canggih kami, karena Manajemen Risiko dan kesadaran adalah bagian penting dari budaya mereka.” Kata Chris Puype, CEO Empyrean Solutions APAC.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017 bersamaan dengan penerbitan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penggunaan nama baru tersebut.

Per Desember 2018, total aset yang dimiliki oleh Bank Mantap tercatat pada posisi Rp. 20,94 trilyun atau telah naik sekitar 53 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 telah mencapai Rp. 15,16 triliun atau meningkat hingga 56,8 persen, penyediaan kreditnya berkisar antara Rp. 15,52 triliun atau meningkat hingga 47,8 persen, khusus untuk pemberian kredit pensiunan, yakni sebesar Rp. 14,01 trilyun atau dengan persentase pertumbuhan sebanyak 64,7 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan adalah 333.470 milyar atau meningkat hingga 108,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap memiliki 274 jaringan kantor di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan antara lain sebagai berikut :

Dewan Komisaris:

1. Presiden Komisaris        : Abdul Rachman

2. Komisaris                       : Agus Haryanto

3. Komisaris Independen   : Edhi Chrystanto

4. Komisaris Independen   : Sukoriyanto Saputro

5. Komisaris Independen   : Zudan Arif Fakrulloh

Dewan Direksi:

1. Presiden Direktur          : Josephus K. Triprakoso

2. Direktur                         : Paulus Endra Suyatna

3. Direktur                         : Nurkholis Wahyudi

4. Direktur                         : Iwan Soeroto