Perkuat Sinergi Taspen Tunjuk Direktur Bank Mantap
home     berita

Perkuat Sinergi Taspen Tunjuk Direktur Bank Mantap

Kuta, 9 Oktober 2017 – PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) pada hari ini melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) memutuskan untuk menetapkan Iwan Soeroto sebaga Direktur menggantikan posisi sebelumnya dijabat oleh Ihwan Sutardiyanta yang bertugas sebagai Direktur di PT Pos Indonesia. Sebelumnya, Iwan Soeroto adalah Sekretaris Perusahaan PT Taspen (Persero).

Penunjukan Direktur dari Taspen merupakan perwujudan sinergi BUMN antara Bank Mandiri dan Taspen sebagai perusahaan induk serta sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi Bank Mantap dengan perusahaan induk. Pada salah satu agenda utama RUPS LB juga menyetujui dan mengesahkan penyertaan modal perusahaan induk serta perubahan nama perusahaan dari sebelumnya PT Bank Mandiri Taspen Pos menjadi PT Bank Mandiri Taspen.

Menurut Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso, pemilik saham (owner) telah menyetorkan modal kepada Bank Mantap yang akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis, khususnya untuk infrastruktur digital pada tahun 2018.

“Bank Mandiri telah menyetorkan sebesar Rp 119 miliar dan Taspen Rp 81 miliar sesuai kebutuhan modal perseroan sebesar Rp 200 miliar salah satunya untuk memperkuat layanan digital Bank Mantap tahun 2018 seperti mobile banking dan lain-lain. Dalam RUPS LB juga menyetujui perubahan nama perusahaan yang disesuaikan dengan pemilik saham saat ini yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Perseroan akan melakukan salah satu perubahan materi branding yaitu logo perusahaan, akan tetapi kita tidak merubah nickname perusahaan yaitu Bank Mantap yang  sudah akrab dengan publik” ungkap Jos.

Kuartal III 2017, Laba Bersih Bank Mantap Tumbuh 172,7 Persen

Hingga September 2017, Bank Mantap berhasil membukukan laba sebesar Rp 153 miliar (sebelum pajak), sementara laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 110 miliar, tumbuh 172,7 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menjelaskan pertumbuhan laba Bank Mantap hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja perseroan semakin membaik di tengah situasi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang belum kondusif.

“Kami bersyukur hingga September tahun ini kredit yang disalurkan Bank Mantap mencapai Rp 9,15 triliun,” ujarnya saat menyampaikan paparan kinerja perseroan untuk posisi kuartal III/2017 di Sheraton Bali Kuta, Senin (9/10).

Kredit Bank Mantap hingga September 2017 melonjak 108,4 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai Rp 3,56 triliun. Nurkholis menjelaskan pertumbuhan kredit Perseroan dimotori oleh segmen pensiunan yang meningkat 368,7 persen secara yoy menjadi Rp 6,99 triliun, dengan rasio NPL kredit secara keseluruhan yaitu 0,62 persen.

“Pada periode yang sama dari penyaluran kredit UMKM tumbuh sebesar 184,9 persen menjadi Rp 6,90 triliun, sedangkan kredit non UMKM mencapai Rp 2,25 triliun atau tumbuh sebesar 97,0 persen secara yoy. Pertumbuhan laba perseroan disamping ditopang laju kredit juga berhasil melakukan efisiensi operasional sehingga menurunkan rasio BOPO dari 85,61 persen menjadi 84,85 persen dan biaya atas pendapatan (CER) dari 72,72 persen menjadi 65,33 persen” tutup Nurkholis.

Direktur Bank Mantap Muhamad Gumilang menjelaskan sampai dengan September 2017 posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 8,72 triliun, meningkat sebesar 108,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Komposisi DPK perseroan masih didominasi oleh deposito yaitu sebanyak 82,3 persen disusul oleh tabungan 17,3 persen dan giro sebesar 0,4 persen. Pada periode yang sama, fee based income Bank Mantap juga tumbuh 309,3 persen menjadi Rp 113,3 miliar secara yoy. Sementara rasio LDR perseroan berada pada kisaran 85,44 persen dan CAR mencapai 20,73 persen.

“Secara keseluruhan, pertumbuhan kinerja perseroan terlihat dari posisi asset yang tumbuh 152,7 persen dibandingkan dengan posisi September tahun lalu dari Rp 5 triliun menjadi Rp 12,65 triliun,” ungkap Gugie.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :
1.   Komisaris Utama - Abdul Rachman
2.   Komisaris - Agus Haryanto
3.   Komisaris - Edhi Chrystanto
4.   Komisaris Independen - Sukoriyanto Saputro
5.   Komisaris Independen - I Wayan Deko Ardjana

Direksi :
1.   Direktur Utama - Josephus Koernianto Triprakoso
2.   Direktur - Paulus Endra Suyatna
3.   Direktur - Nurkholis Wahyudi
4.   Direktur - Ida Ayu Kade Karuni
5.   Direktur - Muhamad Gumilang
6.   Direktur - Iwan Soeroto *)

*) efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK
 
 
Bambang T. Pramusinto
Corporate Secretary & Legal
PT Bank Mandiri Taspen