Tingkatkan Literasi Keuangan Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan
home     berita

Tingkatkan Literasi Keuangan Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan

Yogyakarta, 24 November 2017 - Dalam rangka menjalankan program  literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Kantor Cabang Jogjakarta menyelenggarakan Edukasi Perbankan Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Kepada Masyarakat. Bertempat di Warung Makan Ayam Goreng Bu Tini, mengambil tema Edukasi Perbankan & Literasi  Keuangan “Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan” dengan dihadiri oleh seratus orang Ibu-Ibu PKK.
 
Acara edukasi perbankan dibuka oleh Rini Yuwono Wati, perwakilan Bank Mantap Yogyakarta dalam sambutan mengatakan bahwa penyelenggaraan edukasi perbankan ini merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang ada di Indonesia termasuk Bank Mantap untuk menginformasikan fitur dasar produk dan layanan jasa keuangan  termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk Bank. Untuk tahun 2017 ini program sasaran edukasi adalah perempuan dan ibu rumah tangga dalam rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI).
 
“Bank Mantap berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dengan memberikan pengetahuan perbankan, sehingga masyarakat khususnya Ibu Rumah Tangga dapat lebih cerdas dan mandiri seri segi finasial termasuk dalam pengelolaan keuangan lebih baik serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga” tutur Rini.
 
Bapak Rusdi Saleh selaku Ketua RW 5 Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbul Harjo, Yogyakarta dalam sambutannya mengapresiasi  penyelenggaraan program edukasi ini, harapannya dengan edukasi dari Bank Mantap, ibu rumah tangga dapat mendapatkan pengetahuan produk-produk bank seperti apa, apa keuntungan yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan produk bank dan dimana bisa mendapatkan produk bank tersebut.
 
Acara edukasi perbankan yang diselenggarakan oleh Bank Mantap, dipandu oleh Komunitas Seloso Selo, beragam pertanyaan diajukan oleh peserta salah satunya dari Maya yang menanyakan seperti apa kemanan uangnya kalau disimpan di Bank yang di tanggapi oleh Rini bahwa menyimpan uang sangat aman karena semua uang nasabah yang disimpan di Bank dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan memenuhi ketentuan LPS tersebut.
 
Dalam kegiatan edukasi, Bank Mantap juga memberikan pemeriksaan gratis kepada para peserta bekerjasama dengan Klinik Dokter Dinia menghadirkan 3 tenaga pemeriksa kesehatan, peserta dapat melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol dan lainnya.
 
Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.
 
Sampai dengan akhir bulan Oktober 2017 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 12,73 triliun atau tumbuh sekitar 148,2 persen dari periode yang sama sebelumnya, sedangkan posisi Dana Pihak Ke-3  mencapai Rp 8,74 triliun atau tumbuh sampai dengan 107,4 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 9,62 triliun atau meningkat sampai 141,3 persen, khusus untuk penyaluran kredit  pensiunan sebesar Rp 7,51 triliun dengan persentase tumbuh 297,5 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 125,2 miliar atau naik sampai dengan 168,3 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 177 kantor tersebar di 28 provinsi Indonesia.
 
Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :
Dewan Komisaris :
1.   Komisaris Utama              : Abdul Rachman
2.   Komisaris                          : Agus Haryanto
3.   Komisaris                          : Edhi Chrystanto
4.   Komisaris Independen      : Sukoriyanto Saputro
5.   Komisaris Independen      : I Wayan Deko Ardjana

Direksi :
1.   Direktur Utama                 : Josephus Koernianto Triprakoso
2.   Direktur                            : Paulus Endra Suyatna
3.   Direktur                            : Nurkholis Wahyudi
4.   Direktur                            : Ida Ayu Kade Karuni
5.   Direktur                            : Muhamad Gumilang
6.   Direktur                            : Iwan Soeroto *)
*) efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK