Links

Pencarian
Suku Bunga & Tarif
Simulasi
 

Ikuti Kami di




Edukasi Pensiunan Mantap (Usaha di Masa Pensiun)

Sumber Photo : Bank Mantap.
Usaha di Masa Pensiun
Saat tiba masa pensiun, Anda mungkin bakal merasa jenuh di rumah karena sudah tidak aktif bekerja. Kalau tidak mampu segera menyiasatinya, bisa-bisa rasa bosan Anda memburuk dan bahkan potensial menyebabkan depresi.
 
Selain mengisi waktu dengan berbagai aktivitas seperti membaca buku, menggiati hobi, sampai memperbanyak olahraga; hal lain yang juga bisa dilakukan adalah memulai usaha. Apalagi kalau Anda pernah mengidamkan punya bisnis sendiri saat masih menjalani rutinitas bekerja sebagai pegawai.
Bicara soal memulai usaha, pertanyaan yang paling lazim terlintas pertama kali adalah, “Mau bisnis apa ya?”

Pertanyaan itu wajar saja, karena memang bisnis perlu pertimbangan dan perencanaan yang matang; karena untuk melakoninya Anda memerlukan modal uang, waktu, dan tenaga. Dan ingat, salah satu latar belakang memulai usaha ini adalah untuk mengisi masa pensiun dengan kegiatan produktif yang membuat Anda jauh dari rasa jenuh hingga stres. Jangan sampai, berbisnis justru bikin Anda merasakan hal-hal itu.

Untuk membantu menjawab, berikut ini beberapa rekomendasi peluang usaha yang cocok untuk Anda pilih sebagai bentuk bisnis di masa pensiun. Sekilas deretan usaha ini terkesan seperti pekerjaan sampingan buat orang-orang yang masih aktif bekerja, tapi dengan kemewahan waktu dan fokus di masa pensiun, pilihan bisnis ini bisa jadi usaha utama yang menguntungkan.

Reseller atau dropshipper
Dua istilah di atas bermakna serupa tapi tak sama. Namun sebagai bentuk usaha, keduanya tumbuh subur; terutama di era makin merebaknya jual beli di internet.
Sederhananya, reseller adalah penjual barang yang ia beli dari orang lain; penjual tidak punya produk sendiri, hingga ia membeli dan memiliki fisik produk untuk dijual kembali. Sementara dropshipper adalah penjual barang yang dimiliki orang lain; atau si penjual tidak membeli dan memiliki fisik produk, ia hanya menjual informasi tentang produk yang dijual.

Untuk menjadi reseller, Anda perlu modal relatif besar, karena harus membeli barang untuk dijual dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Namun, jika ingin menjalani yang modalnya tidak besar, Anda bisa mencoba dropshipper; asalkan Anda punya program pemasaran yang ampuh, kemungkinan sukses sebagai dropshipper terbuka lebar.
Buat keduanya, Anda bisa memanfaatkan saluran media sosial seperti Instagram, atau mendaftarkan diri sebagai penjual di portal jual beli seperti Bukalapak atau Tokopedia.

Budidaya tanaman
Kalau Anda gemar berkebun, maka usaha budidaya tanaman bisa jadi peluang usaha buat Anda. Apalagi kalau Anda sudah biasa menekuninya sehari-hari dan memang sekaligus menjadi hobi. Anda bisa mulai lebih serius mengelola tanaman hias, varian sayuran, atau bahkan tanaman obat; untuk dijual ke penyuka tanaman hias, orang umum atau mereka yang tertarik mendekorasi rumahnya.

Yang agak menantang terkait usaha ini adalah modal; karena Anda memerlukan tempat yang strategis untuk menampung aneka tanaman yang Anda kelola; serta kebutuhan bibit, pot, pupuk, hingga staf untuk membantu Anda menjalankan bisnis ini.
Tantangan lainnya, Anda mesti benar-benar menguasai teknik bercocok tanam dan memahami berbagai jenis tanaman; untuk hal ini, perkaya pengetahuan dengan membaca buku, mengikuti seminar dan bergabung dengan komunitas terkait.

Toko kelontong
Jenis bisnis ini mungkin terdengar remeh, tapi jika dilakukan dengan tepat dan serius bisa jadi produktif dan menguntungkan, karena Anda menjual berbagai kebutuhan orang sehari-hari; mulai dari camilan dan minuman ringan; produk rumah seperti sabun, pasta gigi; hingga bahan pokok seperti beras atau telur.
Modal awalnya relatif besar, karena keperluan menyediakan tempat dan membeli barang dagangan. Tapi Anda bisa tidak langsung memulainya sebagai toko kelontong superlengkap. Pelajari kebutuhan calon konsumen di sekitar lokasi berjualan dan fokus pada beberapa kategori produk saja. Misal, kemungkinan yang paling banyak dicari adalah alat tulis, maka Anda bisa mulai dulu dari penyediaan pulpen, pensil, buku tulis, dan sebagainya.

Jika hasil penjualan bagus, Anda bisa memanfaatkan keuntungan untuk mengembangkan kategori produk yang Anda jual. Awalnya mungkin Anda tidak merasakan keuntungan besar, tapi begitu toko kelontong Anda sudah cukup berkembang secara bertahap dan tepat, kemungkinan besar Anda bakal mulai melihat peningkatan keuntungan yang signifikan.

Hal yang penting diperhatikan terkait usaha ini adalah pengelolaan keuangan dan barang dagangan. Soal keuangan, bisnis ini perlu catatan keuangan yang detail dan rapi, serta dilakukan secara disiplin. Jangan gunakan uang bisnis untuk belanja keperluan pribadi; meski sedikit, perlahan hal itu akan membuat usaha ini terhambat dan terancam gulung tikar.

Begitupun dengan barang dagangan, jangan ambil untuk kebutuhan pribadi seenaknya. Apabila Anda membutuhkan barang yang tersedia di toko kelontong Anda sendiri, maka bayarlah barang tersebut sesuai dengan harga jualnya.
 
Tempat kursus
Selain memulai usaha berdasarkan hobi, seperti budidaya tanaman tadi, Anda juga bisa membangun bisnis berdasarkan keahlian yang sudah Anda miliki sejak masih aktif bekerja. Hal ini bisa dibilang tidak terlalu sulit, karena Anda sudah memiliki bahan baku utama, yaitu pengalaman profesional Anda selama bertahun-tahun sebelumnya.
Masa pensiun bisa dibilang saat yang tepat untuk mulai merangkum dan menata wawasan dan pelajaran yang Anda raup dari pengalaman kerja itu. Daripada hanya jadi catatan pribadi, akan lebih produktif dan potensial menguntungkan kalau Anda membagikannya dengan orang lain yang membutuhkan materi tersebut dalam bentuk pelatihan atau kursus.

Tantangannya adalah menyusun kurikulum atau materi pengajaran yang tepat, dan mendapatkan orang yang berminat mengikutinya. Selain itu, hal kunci juga, Anda mesti benar-benar menguasai materi tersebut, lengkap dengan berbagai contoh kasus dan pelajaran dari prestasi Anda selama di dunia kerja. Misal, sebelumnya Anda adalah praktisi pemasaran; mungkin Anda bisa membuka kursus informal tentang model dan praktik pemasaran.

Modal untuk memulainya pun relatif tidak besar. Anda bisa berangkat dari kegiatan kelas sederhana di rumah dan menyiapkan cetakan materi ajar dan alat tulis untuk membantu kegiatan di kelas tersebut. Jika peminatnya mulai banyak, selalu ada pilihan untuk mengembangkannya lewat cara menambah tenaga pengajar atau menyewa tempat yang lebih nyaman.

Sewa kendaraan
Satu lagi jenis usaha yang sedang mencuat 1-2 tahun terakhir, yaitu penyewaan kendaraan. Kenapa? Karena berkembangnya bisnis perusahaan transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, Go-Jek dan Grab, membuat banyak orang berminat menjadi mitra sebagai alternatif sumber penghasilan.

Terkait usaha ini, dibutuhkan banyak sekali kendaraan untuk bisa menjadi mitra salah satu perusahaan transportasi berbasis aplikasi. Peluang yang muncul adalah Anda bisa menjadi mitra penyedia kendaraan dan sekaligus menjadi pengemudi atau merekrut orang lain untuk menjalankannya.

Tantangan sekaligus risiko untuk usaha ini adalah berurusan dengan orang yang tidak mudah kita percaya; maka itu kita perlu tahu betul informasi tentang si penyewa secara detail. Salah satu caranya bisa dengan memastikan Anda memiliki salinan KTP, Surat Izin Mengemudi (SIM), NPWP, sampai Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Kebutuhan modalnya pun relatif besar, karena Anda mesti menyediakan unit kendaraan untuk disewakan; bisa mobil atau sepeda motor.

Atau, untuk memulai dari tahap paling mudah, Anda sendiri bisa menjadi pengemudinya. Menariknya, sebagai orang yang sudah kaya pengalaman hidup, Anda bisa menjadi pengemudi sekaligus orang yang menyenangkan untuk diajak berbincang tentang banyak hal, karena luasnya perspektif Anda. Selagi usaha sendiri, Anda bisa tetap mendapatkan pengalaman baru setiap hari lewat mengemudi keliling kota dan berinteraksi dengan banyak orang.

Bagaimana? Apakah ada salah satu dari peluang usaha di atas yang menarik atau sesuai minat Anda? Jika iya, jangan tunda lagi, segera persiapkan bisnis Anda. Jika kesulitan soal modal, kini ada pilihan kredit mikro atau kredit khusus pensiunan dari Bank Mandiri Taspen Pos. Walau sudah pensiun, jangan pernah berhenti berkarya dan mari ciptakan kemandirian dan kesejahteraan lewat kegiatan wirausaha.
Slide 1 Slide 1
 
Call Center +62 361 227887
Copyright © 2016 PT. Bank Mandiri Taspen Pos. All Rights Reserved.