Links

Pencarian
Suku Bunga & Tarif
Simulasi
 

Ikuti Kami di




Pengelolaan Keuangan di Masa Pensiun

Buat beberapa orang, masa pensiun bisa jadi fase yang kurang menarik karena sudah tidak aktif bekerja lagi. Suasana sehari-hari potensial menjadi lebih monoton dan membosankan; belum lagi masalah yang kerap terjadi setelah memasuki masa pensiun mulai terasa, yaitu tidak adanya pemasukan finansial. Urusan uang ini bisa membuat Anda makin resah, karena terkait dengan kemampuan Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Idealnya, Anda sudah mempersiapkan dana pensiun jauh sebelum memasuki masanya, tapi perlu disadari bahwa saat ini di Indonesia, masih banyak yang belum menyadari pentingnya dana pensiun. Sehingga yang masih lumrah dirasakan, masa pensiun adalah zona tidak aman jika terkait soal uang. Ketidakpastian finansial seperti jadi masalah baru di tahap kehidupan ini.
 
Untuk menghadapi hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Apa saja? Ikuti ulasannya berikut ini.
 
Memahami arus pemasukan
 
Hal ini penting, karena seringkali juga orang tidak menyadari apa saja sumber pemasukan finansialnya. Dengan mengetahui dan memahaminya secara rinci, kita jadi lebih awas dengan subjek yang mesti dikelola. Tanpa mendalami urusan pemasukan ini, Anda akan mengalami kesulitan mengelolanya untuk kepentingan sehari-hari.
Soal sumber ini, sebut saja seperti gaji pensiun atau tunjangan hari tua (THT) dari pemerintah, yang dalam hal ini diurus PT Taspen. Catat secara rinci pemasukan dari tiap-tiap sumber yang Anda dapatkan; untuk jadi modal awal pengelolaan finansial di masa pensiun Anda. Kalau bingung, Anda bisa coba mengakses portal yang disiapkan PT Taspen untuk mengecek perhitungan gaji pensiun dan THT yang Anda terima; caranya mudah, Anda tinggal memasukkan NIP (nomor identitas pegawai negeri sipil) dan tanggal lahir.
 
Sumber lain yang bisa diperhitungkan di kategori pemasukan ini ada dana dari BPJS ketenagakerjaan, sampai DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).
 
Memilah kewajiban pembayaran berkala
 
Jika Anda memiliki kewajiban pembayaran berkala, pilah kebutuhan ini sejak awal, agar Anda bisa membayarkannya secara disiplin. Karena kalau tidak, urusan ini bisa jadi utang yang membebani dan bahkan bikin stres saat Anda tengah menjalani masa pensiun.
 
Soal kewajiban pembayaran berkala ini biasanya berasal dari kredit. Hal ini wajar saja, karena ada kebutuhan-kebutuhan yang penting dan bisa memberikan nilai tambah kekayaan, juga perlu Anda miliki, namun membutuhkan bantuan kredit. Sebut saja seperti kredit KPR atau usaha, hingga pinjaman untuk merenovasi rumah atau tempat usaha, sampai biaya sekolah anak.
 
Yang perlu cermat diperhatikan adalah dari siapa Anda meminjam dana tersebut, dan untuk apa. Tentang sumber pinjaman misalnya, hindari meminjam dana dari rentenir; idealnya Anda meminjam dari lembaga keuangan terpercaya seperti bank. Lalu terkait kegunaannya, hindari meminjam uang untuk keperluan belanja barang yang tidak terlalu penting kegunaannya; seperti pakaian atau televisi tambahan.
 
Pastikan Anda hanya membeli barang yang Anda butuhkan, secukupnya saja. Gaya hidup hemat juga membantu Anda lebih disiplin untuk memenuhi kewajiban pembayaran berkala untuk melunasi dana pinjaman.
 
Membuat perencanaan pengeluaran
 
Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah merencanakan anggaran pengeluaran Anda secara seksama; setelah memahami sumber pemasukan, atur kebutuhan pengeluaran finansial Anda sesuai dengan informasi nilai pemasukan. Caranya dengan mengurai kebutuhan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan Anda, dan berapa nilai dana yang dibutuhkan pada masing-masing poin kebutuhan.
Seiring waktu, daftar pengeluaran ini selalu bisa Anda evaluasi, apakah Anda masih butuh berlangganan saluran TV kabel? Atau apakah Anda masih memerlukan dua orang pembantu rumah tangga? Bisa jadi, dengan makin banyaknya waktu di rumah, Anda jadi punya lebih banyak ruang dan waktu untuk membereskan rumah sendiri, sehingga hanya butuh satu orang pembantu atau bahkan tidak sama sekali.
Evaluasi pengeluaran secara berkala juga perlu dilakukan, dengan tujuan, Anda bisa terus menekan biaya yang harus dikeluarkan, dan bisa mengalokasikannya untuk urusan lain yang lebih penting dan membantu Anda menikmati masa pensiun, misalnya, mengikuti kelas latihan pernapasan untuk kegiatan fisik dan bersosialisasi; atau bahkan buat modal memulai usaha sendiri.
 
Mencari alternatif pemasukan baru
 
Jika pemasukan dan pengeluaran sudah tercatat dengan rapi, dan Anda terus melakukan evaluasi dan penyesuaian, maka besar kemungkinan terdapat dana lebih yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan menguntungkan dan bisa menjadi alternatif pemasukan baru buat Anda.
 
Kegiatan mencari alternatif pemasukan baru ini bisa jadi bukan hanya untuk yang memiliki dana lebih dan bisa jadi modal usaha, tapi juga untuk menutupi kekurangan dana yang masuk jika dibandingkan dengan pengeluaran. Dan begitu mulai menghasilkan, Anda harus memasukkan dana ini ke dalam daftar pemasukan seperti dibahas di poin pertama tadi.
 
Upaya yang bisa dilakoni untuk mendapatkan pemasukan tambahan antara lain membuka usaha sendiri atau berbisnis, atau berinvestasi.
Untuk berbisnis, Anda bisa mencoba salah satu dari berbagai peluang usaha yang bisa dilakukan di masa pensiun; seperti membuka toko kelontong, budidaya tanaman, atau membuka tempat kursus. Yang jelas, pastikan Anda benar-benar berkomitmen penuh untuk menjalaninya, dan membuka diri untuk belajar tentang perkembangan kewirausahaan terkini.
 
Terkait urusan bisnis ini juga, ada kemungkinan Anda menambah utang produktif. Namun, jika perhitungan Anda menunjukkan kalau utang produktif ini bisa berbalik menjadi keuntungan besar buat Anda, maka tidak ada masalah untuk mengusahakannya.
 
Sementara, kalau Anda lebih tertarik berinvestasi, Anda bisa melakukannya lewat jual beli properti, emas, sampai saham. Sama seperti usaha, investasi bukan berarti bebas risiko, tapi jika Anda sudah siap dan paham luar dalam teknis kegiatannya, investasi bisa jadi salah satu sumber pemasukan yang menguntungkan.
 
Bahkan, jika Anda tertarik melakukan kombinasi investasi dan berbisnis, Anda bisa menjalankan kegiatan seperti membuka tempat penyewaan mobil atau menjadi mitra penyedia layanan transportasi online seperti Uber, Go-Jek, atau Grab. Investasi Anda adalah pada unit kendaraan, bahkan besar peluangnya Anda mesti membayar angsuran bulanan. Namun lagi-lagi, jika setelah diperhitungkan, Anda bakal mendapatkan pemasukan lebih besar dari nilai angsuran, gaji sopir, dan perawatan, maka tak ada salahnya Anda menjalani usaha tersebut.
 
Sekarang, apakah Anda sudah mencatat sumber pemasukan dan anggaran pengeluaran secara rinci dan jelas? Kalau belum, sebaiknya segera dilakukan, sebelum urusan finansial berantakan dan Anda keburu gelisah dan stres. Dengan memiliki keadaan finansial yang baik dan sehat, kita bisa jadi lebih mandiri dan sejahtera dari sisi keuangan meski sudah melalui masa aktif bekerja dan tanpa pemasukan rutin lagi.
Slide 1 Slide 1
 
Call Center +62 361 227887
Copyright © 2016 PT. Bank Mandiri Taspen Pos. All Rights Reserved.