Links

Pencarian
Suku Bunga & Tarif
Simulasi
 

Ikuti Kami di




Siaran Pers Asset Bank Mandiri Taspen Pos Capai Rp 6,43 Triliun

Sumber Photo : Bank Mantap.
Denpasar, 15 Desember 2016 – Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) berhasil menjaga momentum pertumbuhan sehingga total aset perseroan dapat mencapai Rp 6,43 triliun. Peningkatan aset itu didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 210 persen pada akhir November 2016 menjadi Rp 4,50 triliun dari Rp 1,45 triliun pada periode yang sama tahun 2015.
 
Direktur Utama Bank Mantap Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, komitmen Bank Mantap dalam mengoptimalkan fungsi intermediasi juga mendorong kinerja perseroan menjadi semakin solid. Sampai akhir November 2016, Bank Mantap berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 49,39 miliar.
 
“Kami bersyukur meski berada di tengah tekanan perekonomian global yang melambat, Bank Mantap tetap dapat menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini didukung oleh komitmen, kerja cerdas, kerja tuntas dan ikhlas seluruh komponen Bank Mantap dan tentunya orientasi kami yang selalu kami tujukan untuk nasabah sehingga Bank Mantap menjadi bank terbaik dalam segmen pensiunan dan UMKM,” kata Nixon.
 
Dalam penyaluran kredit, pada akhir November tahun 2016, Bank Mantap telah menyalurkan kredit sebesar Rp 2,36 triliun pada segmen pensiunan. Jumlah itu naik 1880 persen dibanding akhir November tahun 2015 yang tercatat Rp 119 miliar. Kredit untuk UMKM, Untuk segmen Retail mencapai Rp 1,08 triliun pada akhir November 2016, tumbuh 54,4 persen dibandingkan akhir November 2015.
 
Sementara itu, kredit yang disalurkan pada segmen Mikro mencapai Rp 1,05 triliun, tumbuh 66,7 persen dibandingkan akhir November 2015 yang sebesar Rp 630 miliar. Penyaluran kredit ke sektor-sektor tersebut, lanjut Nixon, merupakan upaya Bank Mantap untuk menggerakan laju pertumbuhan dan dampak ekonomi nasional agar bergerak ke arah yang jauh lebih baik.
 
Peningkatan kredit ke segmen pensiunan juga selaras dengan peningkatan jumlah rekening kredit pensiunan, dari 758 rekening pada akhir November 2015 menjadi 19.113 ribu rekening pada akhir November 2016.
 
Antisipasi Trend Kenaikan NPL
 
Menurut Josephus K. Triprakoso selaku Direktur Bank Mantap dalam menjaga Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah Bank Mantap agar tetap rendah diangka 0,51 persen dibawah rata-rata rasio NPL Bank secara nasional yaitu mencapai 4,96 persen (sumber OJK). Kunci utamanya adalah proses pemberian kredit yang prudent kepada sektor ekonomi yang tepat, hal ini sangat penting karena Bank Mantap fokus pada segmen pensiunan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  Selanjutnya adalah melakukan review kredit secara berkala terutama yang untuk sektor yang rentan terhadap perubahan ekonomi dan memperkuat proses collection melalui monitoring yang ketat dari pola debitur sehingga diketahui perilaku dari debitur guna mencegah menjadi kredit bermasalah.  Hal Ini selalu di review secara berkala sehingga NPL selalu stabil dan rendah hingga saat ini ditengah situasi perekonomian yang belum membaik.
 
Untuk itu, lanjut Jos, Bank Mantap terus menjaga kualitas aktiva melalui pelaksanaan workshop NPL, proaktif menangani debitur yang masuk kategori watchlist, serta melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang sedang kesulitan. Selanjutnya, Bank Mantap juga selektif dalam menyalurkan kredit dengan tetap memperhatikan target pertumbuhan sesuai rencana bisnis, kualitas calon debitur dan kondisi sektor usaha. “kami juga melakukan pengendalian biaya melalui prioritisasi anggaran sesuai kebutuhan bisnis,” ujar Jos.
Slide 1 Slide 1
 
Call Center +62 361 227887
Copyright © 2016 PT. Bank Mandiri Taspen Pos. All Rights Reserved.