Links

Pencarian
Suku Bunga & Tarif
Simulasi
 

Ikuti Kami di




Kerjasama Pos - Bank Mantap, Mendorong Penguatan Jaringan dan Kinerja Bank Mantap

Bandung (19/2/2016) – Memasuki 2016, kinerja Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) semakin mantap.  Pada Januari 2016, produktivitas booking kredit secara tahunan (yoy) meningkat 273%, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross tercatat 0,74%, penghimpunan dana murah naik 55%, dan laba bersih tumbuh 40,3%.
 
Secara keseluruhan, realisasi penyaluran kredir Bank Mantap hingga Januari 2016 tercatat sebesar Rp 1,72 triliun, tumbuh 87,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 919,3 miliar. Dibandingkan Desember 2015, total pembiayaan Bank Mantap itu meningkat Rp 137,9 miliar (8,7%). 
 
Direktur Utama Bank Mantap Nixon L.P Napitupulu optimistis kinerja perseroan akan semakin baik lagi seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.  “Optimisme kami tidak berlebihan bila melihat produktivitas booking kredit pada Januari lalu meningkat hingga 273% (yoy),” jelas dia seusai  acara penandatanganan perjanjian kerja sama fronting antara Bank Mantap dan PT Pos Indonesia di Bandung, Jumat (19/2/2016).
 
Dia menambahkan, kerja sama pemasaran kredit  dengan PT Pos akan semakin memperkuat kinerja Bank Mantap ke depan.  Dalam kerja sama ini, PT Pos Indonesia  akan bertindak sebagai kuasa  dari Bank Mantap untuk menyalurkan kredit kepada pensiunan di wilayah yang belum terdapat kantor cabang Bank Mantap. 
 
“Pembukuannya tetap dicatat di kantor Bank Mantap terdekat. PT Pos bertindak sebagai administrator atau kepanjangan tangan Bank Mantap. Atas jasa tersebut, PT Pos akan mendapatkan fee sesuai kesepakatan,” tutur Nixon.
 
Secara garis besar, pemasaran kredit  mencakup kegiatan  mengakuisisi calon debitur yang meliputi tahapan  pemasaran (prospecting), pengumpulan, dan pengajuan berkas kredit. pemasaran kredit  juga mencakup kegiatan entri data, praanalisis, rekomendasi kredit, penandatanganan perjanjian kredit, proses take over, dan pemotongan angsuran kredit. Sedangkan analisa dan keputusan kredit tetap ada di Pihak Bank Mantap
Tahun lalu, Bank Mantap dan PT Pos Indonesia telah menandatangani MOU untuk kerja sama peningkatan akselerasi bisnis, termasuk pemanfaatan  jaringan kantor.  Bank Mantap dan PT Pos juga bersepakat untuk saling memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara terintegrasi.
 
 Kerja sama kemitraan itu juga merupakan implementasi kesepakatan pemegang saham (shareholder agreement). Bank Mantap merupakan perusahaan patungan tiga BUMN, yaitu Bank Mandiri, PT Taspen (Persero), dan PT Pos dimana Bank Mantap akan memanfaatkan PT Pos dalam pemasaran produknya melalui Pos yang dikenal memiliki jaringan terluas.
 
“Bank Mantap memerlukan jaringan luas agar bisa menjangkau sampai pelosok negeri.  Jaringan itu telah dimiliki oleh PT Pos,” tegas Nixon.
 
Menurut Nixon, kerja sama dengan PT Pos bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan bisnis pembiayaan Bank Mantap. Kerja sama itu juga akan berdampak positif pada kegiatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). “Bank Mantap memerlukan jaringan luas agar bisa menjangkau sampai pelosok negeri.  Jaringan itu telah dimiliki oleh PT Pos.”
 
Masih menurut Nixon, kerjasama pemasaran kredit tersebut merupakan solusi win-win baik untuk Pos maupun Bank Mantap, keuntungan bagi Bank Mantap tidak harus menyediakan tenaga pemasar yang banyak, sedangkan bagi Pos kerjasama tersebut akan lebih menguntungkan dimana dulunya Pos hanya sebagai pemotong angsuran kredit pensiun dengan kerjasama tersebut akan bertambah menjadi marketing agent yang tentunya revenue sharing lebih besar sehingga dapat meningkatkan penghasilan Pos.
 
Per Januari 2016, Bank Mantap telah menghimpun DPK sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat sebesar Rp 407,9 miliar (22,3%) dari posisi Desember 2015.  Rinciannya, giro  meningkat 111,7% menjadi Rp 66,5 miliar, tabungan naik 4,6% menjadi Rp 405,6 miliar, dan deposito tumbuh 25,1% menjadi Rp.  1,8 triliun.  “Dibandingkan Januari 2015, pertumbuhan DPK Bank Mantap mencapai 105,6%,” jelas Nixon.
 
Peningkatan kinerja Bank Mantap juga terlihat perolehan laba bersih, Pada Januari 2016, perolehan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 3 miliar, meningkat 82,0% dibandingkan periode sama 2015 atau 180,5% dari target. Pencapaian itu dipengaruhi realisasi pendapatan bunga sebesar Rp 30,2 miliar (109,9% dari target) dan realisasi beban operasional sebesar Rp 14,7 miliar (109,9% dari anggaran).
 
Secara operasional, kinerja Bank Mantap juga sangat baik. Pada Januari 2016, realisasi beban operasional  sebesar Rp 14,7 miliar, lebih rendah dibandingkan anggaran sebesar Rp 16,1 miliar. Rinciannya, biaya umum & administrasi sebesar Rp 5,5 miliar, biaya tenaga kerja Rp 8,6 miliar, biaya operasional lainnya sebesar Rp 0,10 miliar, dan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 0,4 miliar. 
Slide 1 Slide 1
 
Call Center +62 361 227887
Copyright © 2016 PT. Bank Mandiri Taspen Pos. All Rights Reserved.